Kreatifitas Tak Boleh Mati Meski Mendekam di Jeruji

By on August 18, 2019 at 6:44 pm 0 155 Views

BERKARYA dan tetap berkreasi adalah prinsip yang terus dipegang para narapidana warga binaan Rumah Tahanan Klas IIB Ponorogo. Bahkan mereka bisa menampilkan tarian kolosal yang memukau hingga mendapat tawaran untuk manggung di acara Pemkab Ponorogo.

Seperti diakui Putri Pratiwi Vinata, salah satu artis dangdut yang sempat tersandung kasus penyalahgunaan narkoba. Napi yang sudah berada di balik jeruji penjara lebih dari empat tahun ini mengaku, jalan hidup berkesenian bagi warga binaan memang tidak boleh mati. Walaupun mereka terkungkung di dalam penjara, namun kreatifitas tetap harus hidup.

Wabup Ponoroso Soedjarno memperlihatkan lukisan portraiture hitam putih dirinya yang merupakab hasil karya warga binaan Rutan Klas IIB Ponorogo usai upacara penyerahan SK Remisi kepada para narapidana, Sabtu (17/8/2019)

“Dan buktinya, kami bisa menampilkan persembahan tari dan lagu kolosal di Peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. Bisa tetap berkarya meski tetap di dalam penjara,” ungkap wanita berparas cantik yang menjadi penari utama dalam tari kolosal yang digelar di lapangan tengah Rutan Ponorogo usai upacara penyerahan SK Remisi kepada para narapidana, Sabtu (17/8/2019).

Menurutnya, kreatifitas menjadi semangat untuk terus melanjutkan hidup saat kebebasan dibatasi untuk menebus kesalahan di masa lalu. Sebab, baginya kehidupan memang harus terus bergulir. Apapun hambatannya tetap harus dilalui. Dan, jalannya adalah kesenian sehingga kreasinya tak boleh mati.

“Jadi tetap harus bisa berkesenian. Tetap menyanyi. Kalau selama ini dangdut, kali ini saya nyanyinya lagu Zamrud Khatulistiwa dan beberapa lagu lain. Ya memang tadinya agak sulit. Tapi setelah dipelajari dan berlatih selama satu bulan, ternyata bisa juga,” tuturnya.

Karutan Ponorogo Hendro Susilo (baju penadon) dan Kapten CPM Juni Ruriawan Dansubdenpom V/1-1 Ponorogo saat menyaksikan cinderamata hasil kreasi para warga binaan Rutan Klas II B Ponorogo.

 

Kepala Rutan Ponorogo Hendro Susilo menyatakan, selama memenuhi ketentuan, pihaknya memberi ruang yang cukup luas untuk kreatifitas pada warga binaannya. Berekspresi dalam karya-karya menurut minat dan kemampuannya masing-masing terus diupayakan mendapat wadah dan saluran yang memadai.

“Selain menyalurkan kegemaran, kreatifitas juga menjadi sarana untuk bersosialisasi. Bahkan bisa untuk mempersiapkan diri untuk kembali terjun ke masyarakat setelah bebas atu selesai masa pidananya,” ungkap Hendro.

Dikatakannya, untuk rekan-rekan Putri Vinata, ada berbagai kegiatan penyaluran kreatifitas. Mulai dari membuat berbagai miniatur alat transportasi, merangkai bunga dan macam-macam produk cindera mata.

“Sejauh ini hasil kreasi mereka bisa kita jual. Sementara ya konvensional, kita titipkan saat ada pameran, belum online lah. Hasilnya, uang tersebut kita tabung atas nama mereka sendiri. Nanti saat mereka keluar dari sini, uangnya kita serahkan,” ujarnya.

Dari pengalamannya, Putri Vinata berpesan kepada para generaasi muda dan seniman di seluruh Indonesia agar selalu menjauhi penyalahgunaan narkoba. “Kita harus selalu berpikiran positif dan jangan main-main sama narkoba,” tegasnya. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *