Giatkan Pemberantasan Tikus, Rubuha Digalakkan

December 16, 2019 16:56 WIB 486 Views

RUBUHA atau Rumah Burung Hantu mulai digalakkan pendiriannya di sejumlah kecamatan di Ponorogo. Hal ini agar predator alami tikus sawah punya tempat untuk memantau hingga berkembang biak di lokasi yang terserang salah satu hama padi paling menjengkelkan tersebut.

Koordinator petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Warni, Senin (16/12/2019), mengatakan, saat ini pihaknya bersama para petani di tujuh kecamatan mulai agresif mendirikan rubuha. Antara lain Babadan, Jambon, Mlarak, Sambit, Pulung, Sampung dan Jetis. Rubuha-rubuha ini diletakkan di persawahan yang diindikasikan terdapat hama tikus.

Salah satu rubuha di persawahan Desa Lembah, Kecamatan Babadan.

Rubuhan ini bentuknya mirip pagupon atau rumah burung merpati yang dicat hitam dengan yang dipasang dengan ketinggian sekitar 4 meter sampai 5 meter dari permukaan tanah. Ukurannya sekitar 1,5 meter, lebar 80 cm dan tinggi 1 meter. Dengan ketinggian itu, burung hantu bakal bisa mengintai dengan baik.

“Dengan adanya rubuha ini, burung hantu yang ada di hutan bisa mampir. Lalu berburu tikus. Kalau bisa tinggal di situ dan berkembang biak lebih baik, tapi kalau tidak, paling tidak bisa mengincar tikus sehingga mengurangi jumlah tikus di sekitar rubuha,” ungkap Warni.

Dikatakannya, penggalakan rubuha ini bukan tiba-tiba dilaksanakan oleh petani dan Dinas Pertanian. Lebih dari satu tahun terakhir metode pemberantasan hama tikus ini sudah dilakukan di beberapa titik. Kabupaten lain juga sudah melakukan pemasangan rubuha ini.

“Dan, hasilnya memuaskan. Sangat efektif membasmi tikus,” tuturnya.

Salah satu rubuha di persawahan Desa Lembah, Kecamatan Babadan.

Di Desa Lembah, Kecamatan Babadan, misalnya. Rubuha ini sudah membuat kawasan di sekitar rubuha makin ramai dengan burung hantu saat senja hingga dinihari. Hama tikusnya juga berkurang sangat signifikan.

Rubuha ini terus digalakkan pembuatannya. Sebab telah terbukti efektif untuk mengundang burung hantu sebagai predator alami tikus. Teror tikus sawah bisa terbasmi dengan baik.

Dijelaskannya, beberapa waktu lalu tikus mulai merebak di persawahan yang dekat dengan pembangunan jalan tol. Hal ini karena banyak gundukan tanah akibat pengurukan jalan atau sisa urukan yang ditaruh di dekat pematang sawah.

“Sawah yang pematangnya lebar dan ada gundukan sangat disukai tikus. Mereka bisa beranak-pinak dengan sangat ceat. Dan hal ini sudah bisa mulai dibasmi oleh burung hantu dengan pemasangan rubuha-rubuha di sekitar sawah yang terserang,” pungkas Warni. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *