Dipertahankan, Optimasi Petugas Checkpoint Untuk Cegah Antraks Masuk Ponorogo

By on January 21, 2020 0 161 Views

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo lebih intens lagi dalam melakukan pengecekan lalu lintas hewan ternak yang akan masuk ke Kabupaten Ponorogo. Hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan masuknya antraks ke Kabupaten Ponorogo, mengingat merebaknya antraks di Kabupaten Gunung Kidul.

Wikan Dediastuti, Kasi Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dipertahankan Kabupaten Ponorogo mengatakan, penyakit antraks yang bisa menular kepada manusia yang disebut zoonosis, hal tersebut yang wajib kita waspadai.

“Ya meski Ponorogo tidak berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunung Kidul, akan tetapi merupakan salah satu Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. sehingga harus mewaspadai lalu lintas ternak yang akan masuk ke Jawa Timur dan melintas melalui Ponorogo,” ungkapnya, Selasa (21/1/2020).

Hal ini untuk menjaga Kabupaten Ponorogo tetap bebas dari penyakit antraks, pihaknya akan terus mengoptimalkan seluruh petugas yang ada di lapangan termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lalu lintas ternak.

“Nantinya petugas kami yang berada di checkpoint akan terus kami optimalkan kewaspadaannya terhadap lalu lintas ternak, selain itu juga mensosialisasi peternak agar tidak membeli, melalulintaskan dan memasukkan ternak dari luar Provinsi Jawa Timur terutama dari daerah endemis antraks” tambahnya.

Selain itu Wikan, juga menghimbau untuk melaporkan kepada petugas apabila ada kejadian ternak mati mendadak dengan tanda klinis yang mengarah ke penyakit antraks, melaksanakan surveilans untuk mengetahui status kesehatan hewan di wilayah kerja atau wilayah sekitar masing-masing melakukan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) kewaspadaan ancaman penyakit antraks.

Dengan adanya antisipasi dan kewaspadaan tersebut, Wikan berharap adanya partisipasi masyarakat peternak untuk menjaga Ponorogo bebas dari penyakit yang membahayakan. (Kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *