Satu Desa Satu Produk Harus Digali dan Digalakkan

By on January 22, 2020 0 195 Views

ONE Village One Product atau satu desa satu produk harus terus digali dan digalakkan oleh masyarakat di Ponorogo. Ini agar tidap desa memiliki keunggulan dan mampu bersaing di tengah kemajuan yang terus berlangsung.

Hal ini disampaikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat melaksanakan Program Tilik Desa di Kecamatan Sooko, Rabu (22/1/2020). Menurut Bupati Ipong, sejak diluncurkan di awal pemeritahannya, one village one product menjadi program untuk mendorong tiap desa menggali potensi daerahnya untuk digarap secara serius dan diubah menjadi sesuatu yang lebih bernilai, terutama seara ekonomi.

Kerajinan bordir di Desa Bedoho sempat menarik perhatian Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat Tilik Desa di Kecamatan Sooko, Rabu (22/1/2020).

“Hal-hal yang ada harus terus dikembangkan. Tentunya, tiap desa ya harus berbeda, jangan sama. Dengan begitu akan menjadi unggulan,” ungkap Bupati Ipong.

Di Klepu, misalnya, Bupati Ipong sempat menyoroti kopi yang diproduksi oleh warga setempat. Bahkan, setelah mencicipi kopi yang diracik beberapa pemuda langsung di lokasi Tilik Desa, Bupati Ipong menyatakan kopi tersebut tidak kalah dengan rasa dan aroma kopi di outlet-outlet kopi kelas internasional yang harganya mahal.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mencoba titik selfie di Desa Klepu saat Tilik Desa di Kecamatan Sooko, Rabu (22/1/2020).

“Tadi ada pahitnya ada kecutnya. Nikmat. Kalau di sana (di outlet/kafe), kopi seperti ini bisa ratusan ribu rupiah harganya. Maka ini harus terus dikembangkan. Ini bisa menjadi produk unggulan dan mengisi one village one product yang saya maksud,” terangnya.

Di Desa Bedoho, Bupati Ipong cukup terkesan dengan produk madu tlanceng yang tlancengnya dikembangbiakkan warga. Bupati Ipong juga terkesan dengan seni bordir yang digeluti beberapa warga, Menurutnya, hal ini patut untuk dikembangkan sehingga menjadi produk unggulan. Sedangkan di Desa Jurug, ada Aserehe atau minuman air sereh dan jahe yang menjadi khas desa tersebut yang bisa dijadikan produk unggulan. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *