Subuh Berjamaah Jadi Penyuluhan Pencegahan Penyebaran Corona

March 24, 2020 9:15 WIB 397 Views

KEGIATAN Subuh Berjamaah Bersama Bupati Ponorogo di Masjid Mujahidin, Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, Selasa (24/3/2020) menjadi ajang penyuluhan pencegahan penyebaran virus corona kepada masyarakat.

Usai salat subuh berjamaah, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyapa para jemaah dan menerangkan langkah-langkah antisipasi penularan virus corona. Bupati Ipong menjelaskan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) setiap saat oleh para warga Ponorogo. Mulai dari membiasan cuci tangan dengan benar sampai konsumsi makanan bergizi demi kondisi tubuh yang baik.

Bupati Ipong saat menyapa jemaah dan menjelaskan upaya-upaya Pemkab Ponorogo mencegah penularan virus corona

“Yang tidak kalah penting saat ini adalah kepedulian terhadap lingkungan kita. Caranya bagaimana? Yaitu melaporkan bila ada orang yang baru saja datang ke lingkungan kita, terutama mereka yang baru saja bepergian ke daerah atau negara yang terjangkiti corona atau Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) ke petugas kesehatan di Puskesmas terdekat,” kata Bupati Ipong.

Laporan ini menjadi dasar bagi para petugas kesehatan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bisa dilakukan. Mulai dari isolasi atau karantina di rumah, isolasi di rumah sakit atau perawatan di rumah sakit. Tujuannya adalah mencegah penularan virus corona ini lebih jauh.

Seluruh jemaah subuh melaksanakan doa tolak bala dalam menghadapiwabah virus corona

“Alhamdulillah sampai saat ini Ponorogo belum ada dan kita berharap tidak ada yang positif maka pencegahan adalah sangat penting,” ungkapnya.

Selain upaya mencegah penularan, Bupati Ipong mengingatkan warga untuk selalu berdoa agar wabah ini segera berakhir. Di akhir kegiatan, seluruh jemaah berdoa tolak bala yang dipimpin oleh Ketua takmir Masjid Mujahidin Nurhadi.

Bupati Ipong menyerahkan infak kepad atakmir masjid setempat.

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo sampai per Senin 23 Maret 2020 menyebutkan, jumlah warga dengan status Orang Dalam Resiko (ODR) 864 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 57 orang dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) 6 orang. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *