60 Ribu Benih Ikan Ditebar di Sendang Tunggul Wulung

June 29, 2020 13:16 WIB 118 Views

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo dan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Surabaya II menebar 60 ribu benih ikan lokal dan membagikan 500 paket makanan produk ikan sehat bermutu kepada masyarakat di Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal.

Aida Fitriana Myasari, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Peternakan dan Perikanan, Dipertahankan Kabupaten Ponorogo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas program kerja bersama pengembangan pemanfaatan embung desa di Provinsi Jawa Timur.

Ribuan benih ikan yang akan ditebar di sendang tunggul wulung Desa Kupuk

“Adanya penurunan populasi ikan lokal di sungai dan embung-embung desa, Kemarin dari Dinas Perikanan dan Kelauatan Provinsi Jawa Timur ini sudah melakukan survey ke desa Bungkal dan Desa Belang, dan 2 desa tersebut mendapat bantuan puluhan ribu ikan lokal, ” ungkapnya.

Tujuan kegiatan tersebut yaitu melestarikan ikan yang berada di sungai, danau, waduk, telaga, dan embung-embung desa. Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk penangkap ikan di sungai hingga embung-embung desa dengan cara tangkap tradisional, tidak menggunakan setrum maupun bom ikan.

“Dengan melakukan penangkapan ikan secara tradisional ekosistem ikan di perairan lokal bisa terjaga,” jelasnya.

Agustino, Kades Kupuk saat akan melepas benih ikan di Sendang Tunggul Wulung Desa Kupuk

Sementara itu Moh. Gunawan Saleh, Kepala Dinas Kelauayan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menjelaskan, kegiatan seperti ini sejalan dengan salah satu program kerja Gubernur Jawa Timur yakni Nawa Bakti Satya yaitu program sungai sebagai sumber kehidupan.

“Mari kita jaga kelestarian ikan lokal, untuk mencegah kepunahan ikan-ikan endemik kita karena eksploitasi yang berlebih dengan cara-cara penangkapan ikan dengan setrum, racun, bom ikan yang dapat mematikan ikan termasuk yang kecil, sekaligus mencemari perairan sehingga merusak lingkungan dan ekosistem yang ada,” pungkasnya (kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *