Hadapi New Normal, Dishub Ponorogo Pasang Marka Physical Distancing

July 15, 2020 13:10 WIB 267 Views

MASYARAKAT Ponorogo diajak untuk selalu berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19. Termasuk penerapan protokol dalam berlalu lintas. Salah satunya dengan pembuatan marka khusus sebagai cara melakukan physical distancing atau jarak aman.

Kabid Opsdal Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo Chistanta, Rabu (15/7/2020) mengatakan, pelaksanaan protokol kesehatan memang meliputi semua aspek kehidupan masyarakat. Bahkan, saat berkendara pun, melakukan jaga jarak aman penularan covid-19 pun diperlukan. Untuk itu, dinasnya membuat marka physical distancing di traffic light sebagai titik berhenti kendaraan-kendaraan yang melintas.

Petugas dari Dishub Kabupaten Ponorogo saat melakukan pengecatan marka physical distancing

“Kita membuat marka sebagai batas terkait upaya mendisiplinkan protokol kesehatan physical distancing. Di awal ini kita pilih simpang yang tidak ada belok kiri langsung dengan pertimbangan volume kendaraan di situ padat sehingga perlu dilakukan jaga jarak aman,” jelas Christanta.

Pekan ini, lanjut Christanta, ia dan stafnya masih akan melakukan penghitungan volume kendaraan di simpang-simpang yang ada di sekitar kota Ponorogo. Ini untuk menentukan jumlah marka yang harus dibuat di masing-masing simpang. Terutama agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang bisa berakibat kemacetan.

Penerapan physical distancing untuk pengguna kendaraan bermotor di persimpangan dengan traffic light.

“Yang kita buat baru untuk sepeda motor. Posisi di paling depan. Akselerasi motor kan lebih cepat daripada mobil,” kata Christanta.

Untuk tiap titik jaraknya sekitar 0,5 meter. Jarak ini lebih kecil ketimbang satuan ruang parkir (SRP) yang lebarnya ada 0,75 meter. Ruang ini dinilai cukup sebagai jarak aman sebab jarak antar pengendara sudah mencapai sekitar 1 meter.

“Di hari pertama kita buat di simpang lima Jarakan. Sekaligus kita lanjutkan untuk survei sampai beberapa hari ke depan. Dan kita perlu kerja sama dari masyarakat untuk mematuhi marka tersebut. Ini demi kesehatan kita semua,” pungkas Christanta. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *