Gotong Royong Gelar Event Tanpa APBD, Pemkab Ponorogo Ingin Ciptakan Kincir Ekonomi

RENTETAN event yang tergelar di Ponorogo memiliki ciri khas variatif dan berdurasi panjang. Seperti halnya gelaran Ponorogo Rikolo Semono yang resmi dibuka Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (21/3/2023) malam. Event yang mengusung konsep retro era 70 hingga 80-an itu akan berlangsung selama dua pekan di Alun-Alun Ponorogo. ‘’Untuk menciptakan kincir ekonomi, kita upayakan ada penyelenggaraan event setiap bulan,’’ kata Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko.


Menurut Kang Bupati, penyelenggaraan event adalah sebuah terobosan dengan tujuan membuat gelombang perekonomian. Sebelum tersedia objek wisata yang menarik dan dukungan infrastruktur berupa tumbuhnya perhotelan, maka penyelenggaraan event menjadi solusi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. ‘’Menyelenggarakan event besar juga tidak harus selalu mengandalkan dukungan dana APBD,’’ terangnya.

FOTO : ERWIN SUGANDA/KOMINFO PONOROGO
MERIAH : Pembukaan event Ponorogo Rikolo Semono ditandai pemukulan kompang oleh Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (21/9/2023) malam.


Kang Bupati mencontohkan Ponorogo Rikolo Semono yang terselenggara berkat sokongan secara gotong royong sejumlah lembaga perbankan, BUMN, dan perusahaan swasta. Bersamaan itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ponorogo mengambil peran dalam kepanitiaan. ‘’Didukung oleh Bank Jatim, BRI, BCA, BPJS Ketenagakerjaan, Bulog, Djarum, dan banyak pihak yang dilibatkan. Artinya, sopo gelem obah (siapa bersedia berusaha) pasti ada jalan keluar,” tegasnya.


Kang Bupati menyebutkan bahwa event Ponorogo Rikolo Semono bakal masuk agenda tahunan. Lokasinya akan bergeser ke sekitaran makam Bathoro Katong di Desa Setono Kecamatan Jenangan. Dengan kemasan yang lebih baik, Ponorogo Rikolo Semono juga bersamaan dengan acara haul pendiri Kabupaten Ponorogo tersebut. ”Saya ingin haul Mbah Batkoro Katong diperingati dalam sebuah acara yang besar,’’ jelasnya.


Ponorogo Rikolo Semono adalah event unik yang dihelat di alun-alun selama dua pekan. Panitia menyiapkan puluhan stand untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta sejumlah instansi yang memajang benda tempo dulu. Selama event berlangsung juga tergelar kesenian langka setiap malam. Di antaranya, gamelan cokekan, reog obyok,seni kucingan, rock kawak, musik keroncong, gambus, angklung, pentas ludruk, dan ketoprak humor. Tak ketinggala, gelaran pasar malam yang akan menambah kesan zaman dulu. (kominfo/win/hw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*