PASI Segera Panggil 78 Sprinter Pelajar Dari Hasil Penjaringan Ponorogo Sprint Competition
NIAT Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) menjaring atlet pelari cepat dari ajang Ponorogo Sprint Competition (PSC) 2025 akhirnya tercapai. Terjaring sebanyak 78 dari 1.530 pelajar berbagai tingkatan pendidikan yang mengikuti gelaran kompetisi selama dua hari di Stadion Batoro Katong pada
27–28 September 2025 itu.

“Kami melibatkan 30 juri bersertifikasi dengan peraturan yang mengacu ke induk organisasi atletik untuk perlombaan lari sprint,” kata Ketua Harian PASI Ponorogo Sukat, Senin (29/9/2025). Nah, 78 atlet pelajar yang terjaring dari nomor lari 60 meter, 80 meter, 100 meter, 300 meter, dan 400 meter itu memenuhi limit waktu minimal sesuai kelompok umur. “Mereka segera kami panggil untuk mengikuti program pembinaan mulai Oktober,” imbuhnya.
Menurut Sukat, PASI merancang program pembinaan jangka panjang dan berkelanjutan untuk puluhan sprinter itu. Sebanyak 78 atlet pelajar terpilih dari jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat akan mendapatkan pendampingan teknis secara rutin. Mereka diproyeksikan turun bertanding di Blitarian Open, Surabaya Open, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026, serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027. “Pembinaan akan memperhatikan potensi jangka panjang. Dalam proses latihan rutin nanti, peraih waktu tercepat bisa saja bergeser,” ungkap Sukat.
Sprinter yang semula berada di podium ketiga PSC, misalnya, tetap memiliki peluang memperbaiki catatan waktu dari hasil latihan serius. “Semangat, kedisiplinan, dan komitmen jangka panjang menjadi kunci keberhasilan,” terangnya.

Sukat mencatat tingginya antusias peserta dalam PSC menjadi titik awal keberhasilan pembinaan. PASI Ponorogo sejatinya hanya mematok 400 peserta, namun dalam waktu singkat jumlah pendaftar justru membeludak hingga mencapai 1.530 pelajar. “Mencerminkan antusiasme yang tinggi terhadap cabang olahraga atletik, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk menemukan bibit-bibit unggul di nomor lari cepat,” jelasnya.
PASI berencana menggelar PSC dua kali dalam setahun. Melalui proses penjaringan dan pembinaan yang terstruktur akan bermunculan sprinter-sprinter andal dari Bumi Reog. “Apalagi, Pemkab Ponorogo memberikan dukungan penuh,” pungkasnya. (kominfo/dna)