Hampir Separo Lulusan SMK Langsung Dapat Kerja atau Kuliah, Pemkab Ponorogo Sudah Siapkan Base Camp

DAYA saing lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Ponorogo meningkat. Selain langsung terserap di pasar kerja, mereka juga mendapat kesempatan kuliah. Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo Jemito mengungkap data bahwa hampir separo lulusannya tahun ini sudah mendapat pekerjaan dan resmi lolos seleksi masuk sejumlah perguruan tinggi.

“Alhamdulillah dari 110 lulusan tahun ini, ada 15 siswa yang sudah diterima di perguruan tinggi serta 30 siswa diterima kerja di dalam dan luar negeri,” kata Jemito dalam acara purna wiyata di Sasana Praja Ponorogo, Senin (6/5/2024). Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko duduk di antara para undangan acara pelepasan lulusan SMK PGRI 1 itu.

Jemito berharap semua alumni sekolahnya mendapat pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Meskipun angka lulusan yang langsung diterima di dunia kerja dan perguruan tinggi sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. “Harapannya anak-anak setelah tamat tidak ada yang menganggur, semuanya bisa kerja atau kuliah,” ungkapnya.

FOTO : ERWIN/KOMINFO PONOROGO

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko juga menyampaikan harapan agar lulusan SMK siap bersaing memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan. Pihaknya sudah menyiapkan base camp di sejumlah kota besar untuk menginap mahasiswa dari Ponorogo. “Ada base camp di Solo, Jogja, Bandung, Malang, Surabaya, dan Jember, ” jelas Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– yang juga seorang alumnus SMK ini.

Menurut Kang Bupati, keberadaan base camp akan memudahkan pemantauan mahasiswa asal Ponorogo. Bersamaan itu, membantu meringankan biaya penginapan selama berada di luar daerah. “Biaya kuliah yang paling besar itu termasuk biaya hidup, ” terangnya.

Turut hadir dalam purna wiyata SMK PGRI 1 Ponorogo, di antaranya, Kepala Disbudparpora, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Ponorogo-Magetan, mitra bursa kerja, dan para siswa serta wali siswa. (tim kominfo)