Petani Tembakau Merasa Dapat Perhatian Ekstra dari Bupati Sugiri

ASOSIASI Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ponorogo terus mendampingi penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Apalagi, buruh tani tembakau termasuk kelompok penerima manfaat.

FOTO : ERWIN SUGANDA/KOMINFO PONOROGO
AKRAB : Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyapa buruh tani tembakau saat penyerahan BLT di Desa Bedi Kulon Kecamatan Bungkal, Selasa (4/9/2024).

“Bupati Sugiri Sancoko selama ini memberikan perhatian lebih kepada petani tembakau, tanpa kecuali buruh taninya,” kata Ketua APTI Ponorogo Tarekat saat penyaluran BLT DBHCHT di Desa Bedi Kulon Kecamatan Bungkal, Selasa (4/9/2024).

Menurut dia, atensi Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– itu mendorong produksi tembakau di Ponorogo meningkat bersamaan bertambahnya luasan lahan. Nah, peningkatan produksi tembakau berdampak terhadap besaran jatah DBHCHT untuk Ponorogo yang juga diperuntukkan petani tembakau dan buruh taninya. “Kita ini sudah seperti keluarga besar dan Kang Bupati termasuk di dalamnya,” ungkap Tarekat.

Dia mengacungi jempol program Kang Bupati yang meng-cover kepesertaan petani tembakau serta buruh taninya dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. “Secara tidak langsung meningkatkan produktivitas karena kami merasa terlindungi,” ujar Tarekat.

APTI berharap program-program yang mendorong kesejahteraan petani dan buruh tani tembakau terus berjalan. Bahkan, sedapat mungkin ada peningkatan program sehingga Ponorogo akan menjadi daerah penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur. Km(tim kominfo)