Bupati Sugiri Minta ASN Gunakan Hak Pilih dengan Akal Sehat untuk Jaga Netralitas

PESAN penting Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam apel kesadaran Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Selasa (17/9/2024) pagi. Yakni, menjaga netralitas bersamaan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024.

FOTO : ERWIN SUGANDA/KOMINFO PONOROGO
RUTIN : BUPATI Ponorogo Sugiri Sancoko memberikan amanat dalam apel kesadaran KORPRI di halaman Pendopo Agung, Selasa (17/9/2024).

“Saya tidak meminta Anda untuk memilih saya. Saya juga tidak membenci ketika Anda tidak memilih saya. Silakan Anda memilih menurut akal sehat dengan menimbang mana yang lebih baik. Itu namanya netralitas ASN,” pesan Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri– saat memimpin apel dengan peserta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Ponorogo itu.

Kang Bupati mengungkapkan bahwa akan menjalani cuti mulai 25 September mendatang bersamaan masa kampanye. Cuti itu berakhir pada masa tenang sehingga Kang Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Lisdyarita kembali memimpin Ponorogo. “Terima kasih selama ini telah membantu kami dalam menjalankan program-program untuk masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Kang Bupati, mustahil dirinya hanya bekerja dengan Wabup Lisdyarita tanpa dukungan ASN dalam membangun Ponorogo. Para ASN yang notabene anggota KORPRI itu juga biasa kerja lembur demi kemaslahatan masyarakat. “Semoga menjadi ladang ibadah. Bekerja dan berkarir untuk menghidupi keluarga juga termasuk amal saleh,” terangnya.

Kang Bupati berharap capaian tugasnya bersama seluruh ASN di lingkup Pemkab Ponorogo juga menjadi sajadah panjang dalam beramal saleh. Pelaksanaan tugas di dinas lingkungan hidup (DLH) serta dinas komunikasi informatika dan statistik sempat dijadikan contoh. “Apa yang kita lakukan dan memiliki manfaat untuk semua orang itu menjadi salah satu bentuk ibadah,” jelasnya.

Kang Bupati meminta maaf jika selama berinteraksi selama ini ada yang kurang berkenan di hati para ASN. Terkadang ada instruksi atau penugasan yang melampaui kemampuan para ASN. Pun, mutasi pegawai sedapat mungkin tidak menimbulkan dendam.

“Perputaran tugas dari dinas ke dinas itu adalah hal lumrah kalau kita lebih dewasa menafsirkan bahwa jabatan itu adalah amanah. Maka persahabatan kita akan indah sepanjang zaman,” tegas Kang Bupati. (tim kominfo)