Puskesmas Selur Kejar Akreditasi Awal 2025 agar Segera Dapat Layani Pasien BPJS 

LAYANAN kesehatan bagi warga lima desa di Kecamatan Ngrayun semakin dekat bersamaan rampungnya pembangunan Puskesmas Selur. Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti terharu saat peresmian puskesmas yang akan memberikan layanan rawat inap dengan kapasitas 10 tempat tidur pasien itu, Jumat (27/12/2024). 

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

“Puskesmas Selur memudahkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di lima desa. Yaitu, Desa Selur, Cepoko, Sendang, Wonodadi, dan Temon,” kata Dyah Ayu. Dinkes Ponorogo akan mengejar proses akreditasi puskesmas yang memiliki bangunan seluas 1.104 meter persegi itu, pada awal 2025, agar dapat melayani pasien dengan tanggungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

Dyah Ayu menegaskan bahwa dinkes sudah menyiapkan  tenaga kesehatan terdiri dokter, perawat, bidan, dan petugas laboratorium yang akan bertugas di Puskesmas Selur. Karena memberikan pelayanan rawat inap, maka mereka akan bekerja secara shift (bergiliran). “Keberadaan pukesmas ini membantu masyarakat di daerah terpencil mendapatkan layanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah,’’ jelasnya.

Secara geografis, sisi selatan Desa Selur sudah berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Trenggalek. Daratan Desa Selur berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut dengan kondisi jalan yang naik terjal dan turun curam. Layanan kesehatan yang ada selama ini berupa pondok kesehatan desa (ponkedes). Masyarakat harus menempuh perjalanan jauh dan medan yang sulit ketika hendak berobat ke puskesmas induk, apalagi ke rumah sakit.

Terungkap pula, Puskesmas Selur berdiri di atas tanah wakaf keluarga Martoyuwono seluas 5.015 meter persegi. Jumlah puskesmas di Ponorogo kini genap berjumlah 32 yang tersebar di 21 kecamatan yang ada. (tim kominfo)