Panitia Bumi Reog Berdzikir Camkan ke Warga PSHT Harus Jaga Kebersihan Alun-Alun
GELARAN Bumi Reog Berdzikir (BRB) yang melibatkan puluhan ribu massa ternyata tidak menyisakan sampah berarti di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (29/12/2024). Sebab, pihak panitia mencamkan agar warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menerapkan prinsip bahwa ketika datang bersih maka pulang harus bersih.

Seusai acara, warga PSHT dengan sukarela membersihkan beragam sampah seperti botol bekas wadah minuman dan alas duduk yang terbuat dari plastik. Sugeng, warga PSHT dari Komisariat Ponorogo, misalnya, mengikuti imbauan panitia agar menjaga kebersihan Alun-Alun Ponorogo setelah acara BRB selesai.
“Sudah disosialisasikan, datang bersih dan pulang juga harus bersih,” ungkap Sugeng sembari memasukkan sampah ke tas plastik hitam ukuran besar yang tersedia.

Demikian halnya, Nanang Qosim, warga PSHT Rayon BPJS, yang merasa harus menjaga nama baik organisasinya. Meninggalkan venue acara tetap bersih adalah salah satu bentuk tanggung jawab. “Ketika membiarkan sampah menumpuk, maka banyak orang akan bertanya siapa yang punya acara kok lari dari tanggung jawab,” ujar Nanang.
Bumi Reog Berdzikir diikuti sekitar 60 ribu warga PSHT yang datang dari penjuru 27 ranting dan komisariat yang ada di Ponorogo. Acara ini juga dihadiri Bupati Sugiri Sancoko. Ada sembilan kiai ternama memimpin dzikir yang berlangsung khusyu itu. Selama gelaran acara, seluruh wilayah di Ponorogo juga terpantau aman dan kondusif. (tim kominfo)