Ponorogo Peringkat 7 Atletik Jatim Open 2025, Tiada Lawan se-Madiun Raya

MENEMPATI peringkat tujuh Atletik Jatim Open 2025, prestasi atlet Ponorogo tidaklah main-main. Perolehan 5 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Ponorogo itu setara dengan PASI Kabupaten Sidoarjo hingga sama-sama berada di ranking tujuh. Tercatat 43 PASI dari seantero Jawa Timur serta sejumlah klub peraih medali dalam kejuaraan atletik usia (U)-18, U-20, dan senior yang berlangsung di Lapangan Oentoeng Poedjadi Unesa Surabaya pada 9-11 Mei tersebut.

FOTO : PASI PONOROGO FOR KOMINFO
JUARA : Rizky Ahmad Zaelani naik podium bersanding dengan atlet asal Singapura di Kejuaraan Atletik Jatim Open, Jumat (9/5/2025).

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ponorogo Sumani mengungkapkan kabanggaannya atas raihan prestasi atlet atletik itu. Apalagi, perolehan 5 medali emas menyamai Kota Surabaya yang berada di peringkat empat. Hanya terpaut di perolehan 2 medali perak dan 5 perunggu. ‘’Pembinaan atlet di masing-masing induk cabor (cabang olahraga) yang diprogramkan selama ini terbukti berhasil,’’ kata Sumani.

Bahkan, lima daerah lainnya di Madiun Raya seolah tenggelam di daftar klasemen. PASI Magetan berada di peringkat 27 dengan 1 emas dan PASI Kota Madiun di urutan 35 karena hanya meraih sebiji medali perak. Kata Sumani, KONI terus memantau perkembangan cabor unggulan yang memiliki atlet berprestasi. ‘’Pak Bupati juga mengapresiasi prestasi cabor ateltik sehingga ingin menyediakan lintasan untuk latihan,’’ terang Sumani.

Sementara itu, Ketua PASI Ponorogo Sukat berani menjamin tidak akan kekurangan bibit atlet berprestasi. Dia tunjuk bukti gelaran Ponorogo Atletik Competition (PAC) 2025 beberapa waktu lalu yang mampu menyedot partisipasi 800 peserta. ‘’Naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Minat masyarakat Ponorogo terhadap cabor atletik terus meningkat,’’ ungkapnya.

Sukat menyebut 10 nama atlet yang berjaya di cabang tolak peluru, lempar cakram, lempar lembing, lompat tinggi, dan jalan cepat. Bahkan, tiga atlet di antaranya tercatat peraih medali di kejuaraan nasional. Tak urung, Ponorogo sudah saatnya memiliki track (lintasan) dan field (lapangan) untuk cabor atletik. ‘’Sarana latihan yang memadai akan menunjang prestasi, selain jam bertanding,’’ tegas Sukat.

Terpisah, Rivo Hari Nurdiansyah, salah seorang pelatih atletik di Ponorogo, menyebut hasil gemilang di Atletik Jatim Open 2025 adalah buah dari pemusatan latihan. Para atlet menjalani latihan yang terjadwal rapi sebelum turun bertanding di kejuaraan resmi. Latihan teknik berlangsung di Stadion Batoro Katong setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Mereka juga harus masuk gym saban Senin, Rabu, dan Jumat untuk melatih masa otot. ‘’Kita bisa lihat sendiri hasilnya, Ponorogo berada di papan atas Jawa Timur untuk kejuaraan terbuka atletik,’’ pungkasnya. (kominfo/win)