ASN di Ponorogo Serentak Turun ke Jalan Semarakkan Pancasila Night
SEKRETARIS Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono memberikan perhatian khusus terhadap gelaran Pancasila Night. Pimpinan eksekutif tertinggi itu menyerukan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari dinas dan badan di lingkup Pemkab Ponorogo turun ke Jalan Urip Sumoharjo yang menjadi venue event, mulai Sabtu (31/5/2025) sore hingga malam. ‘’Wujud semangat saiyeg saeka praya (semangat gotong-royong dan bahu-membahu dengan tekad kuat menuju ke tujuan yang sama) untuk menghayati nilai-nilai luhur Pancasila,’’ kata Agus Pram –sapaan Agus Pramono—tentang seruannya itu.

Agus Pram yang mendapat daulat memberangkatkan rombongan kirab gunungan hasil bumi. Posisi strategis sekda sebagai koordinator dinas serta lembaga teknis daerah ikut andil menyemutnya massa di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo mulai Perempatan Tambakbayan hingga Perempatan Pasar Legi. ‘’Sudah tugas saya menjadi penghubung utama di jajaran birokrasi untuk memastikan arahan dan kebijakan kepala daerah dapat terlaksana dengan baik,’’ terang pejabat karir dengan eselon tertinggi di lingkup Pemkab Ponorogo itu.
Apalagi, Pancasila Night menyangkut peringatan Hari Lahir Pancasila yang bersinggungan dengan nasionalisme dan patriotisme. Tatkala seseorang memiliki nasionalisme, maka sikap patriotisme akan muncul karena nasionalisme mendorong tumbuhnya rasa cinta pada tanah air. Seorang ASN sejak menjalani seleksi masuk sudah harus memahami nasionalisme yang menekankan kesetiaan terhadap bangsa serta identitas nasional, seperti Bahasa Indonesia, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Pancasila Night di Ponorogo merupakan perayaan kebangsaan yang berpijak pada akar budaya lokal,’’ ungkapnya.

Sekda menyebut Pancasila sebagai dasar negara berarti merupakan dasar dalam mengatur pemerintahan dan penyelenggaraan negara. Pun, tinjauannya juga dapat ditarik dari aspek historis, kultural, dan filosofis. Secara kultural, Pancasila sebagai dasar negara adalah hasil budaya bangsa. ‘’Pancasila harus diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan agar tidak kehilangan kultur yang penting. Semoga anak-anak kita kelak menjadikan Pancasila sebagai suluh hidup, perekat bangsa, dan memiliki jiwa gotong royong,’’ pungkasnya. (kominfo/dna/ast)