Mapala Pasca UIN Ponorogo Dua Kali Juara Wana Lestari Tingkat Provinsi

KIPRAH kelompok pecinta alam di Ponorogo bakal semakin diperhitungkan. Ini bersamaan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Pasca UIN Kiai Ageng Muhammad Besari meraih juara II kategori kelompok pecinta alam (KPA) pada ajang Penghargaan Wana Lestari Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.

FOTO: DOKUMENTASI UIN KIAI AGENG MUHAMMAD BESARI

Penghargaan itu diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Wisata Bukit Kayoe Putih, Kabupaten Mojokerto, Selasa (22/7/2025). “Ini mengulang prestasi kita di ajang yang sama pada dua tahun lalu,” kata Anifatul Maghfiroh, ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Pasca UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.

Ajang Penghargaan Wana Lestari menilai konsistensi, kontribusi, dan keberlanjutan aksi konservasi alam dari organisasi pecinta alam. Anifatul menyebut Mapala Pasca selama ini fokus menjalankan tiga pilar konservasi. “Yaitu perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan,” jelasnya.

Anggota Mapala Pasca selama ini aktif melakukan penanaman pohon, menjadi relawan kebakaran hutan, hingga pembibitan dan pemulihan ekosistem lewat greenhouse dan reboisasi. Mapala Pasca juga rutin menggelar pendakian edukatif, pelatihan navigasi darat, SAR, serta olahraga berbasis alam seperti panjat tebing, susur gua, dan rafting. “Kami punya program PLPM (pelestarian lingkungan dan pengabdian masyarakat) di wilayah konservasi maupun desa binaan,” terang Anifatul.

Tim bentukan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi lapangan langsung ke kampus UIN Kiai Ageng Muhammad Besari untuk menilai konsistensi dan dampak kegiatan Mapala Pasca. Kriteria penilaian juga mencakup kelengkapan administrasi organisasi, aktivitas tahunan yang berkesinambungan, dokumentasi kegiatan dan publikasi, serta prestasi yang pernah dicapai. “Kami belum dapat maju di lomba tingkat nasional untuk mewakili Jawa Timur,” ungkap Anifatul.

Kelompok pecinta alam peraih juara I Penghargaan Wana Lestari tingkat provinsi yang berhak maju ke lomba tingkat nasional. Kompetisi tahunan itu merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menilai kontribusi kelompok masyarakat dan organisas dalam konservasi dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan. (kominfo/art)