Doa Malam Hari Jadi Ponorogo, Kang Giri Tegaskan Revitalisasi Kawasan Makam Bathoro Katong

DOA juga menggema di pendapa makam Bathoro Katong bertepatan malam peringatan Hari Jadi Ponorogo ke-529, Minggu (10/8/2025). Bupati Sugiri Sancoko beserta rombongan dengan khusyuk mendoakan pendiri Kabupaten Ponorogo itu mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. “Doa bersama ini juga bertujuan mempererat silaturahmi serta melestarikan nilai budaya,” kata Kang Giri.

FOTO: ISTIMEWA

Bupati Ponorogo dua periode itu juga menyampaikan tekadnya untuk mempercantik kawasan makam Bathoro Katong. Revitalisasi dilakukan agar pengunjung dapat berziarah lebih nyaman, aman,  terlindung dari cuaca, serta mendapatkan pengalaman religi yang tertata. “Makam Eyang Bathoro Katong tidak akan dipugar, tetapi akan ditambahi atap besar sehingga semua peziarah bisa masuk. Saya ingin makam Bathoro Katong seperti makam Sunan Drajat, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Bonang. Tahun depan dibangun supaya peziarah tidak kepanasan, dikasih iyupan (peneduh),” terangnya.

Rencana ini sejalan dengan program besar Pemkab Ponorogo untuk menata kawasan wisata religi makam Bathoro Katong di Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan itu. Mengusung konsep Ponorogo Rikolo Semono, penataan akan menyuguhkan suasana kota lama dengan sentuhan arsitektur khas tempo dulu.

Kang Giri menegaskan penataan itu bersifat mendesak karena Kawasan Setono merupakan episentrum sejarah Ponorogo yang tak terpisahkan dari penyebaran Islam serta perkembangan seni dan budaya. “Makam Bathoro Katong adalah titik penting setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo dan Grebeg Suro,” tegasnya.

Dukungan datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah mengalokasikan dana sekitar Rp 14 miliar dari total kebutuhan anggaran Rp 24 miliar. Sisanya akan dipenuhi melalui APBN dan APBD Ponorogo. Tahap perencanaan sudah disiapkan matang dengan target pelaksanaan fisik mulai 2026. (kominfo/nky)