Waspadai Serangan DBD dan Chikungunya dan Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
MUSIM hujan rawan penyebaran beragam jenis penyakit. Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, leptospirosis, dan demam kerap menjangkit bersamaan meningkatnya curah hujan itu.
“DBD yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti paling sering menjangkit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, Rabu (29/10/2025), sembari menyebut gigitan Aedes aegypti juga menyebabkan penyakit chikungunya.

PENGASAPAN : Petugas Dinas Kesehatan sedang melakukan fogging untuk pencegahan penyebaran nyamuk Aedes Aegepty
Dia menyarankan masyarakat memberantas sarang nyamuk dengan cara 3M Plus. Yakni, menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Sedangkan upaya plus berupa menaburkan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan menggunakan obat nyamuk atau kelambu. “Nyamuk Aedes aegypti justru senang berkembang biak di genangan air yang jernih,” jelasnya.
Ayu juga menyarankan masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar rumah. Tanpa kecuali, kebun, pekarangan, maupun pepohonan rimbun yang menjadi sarang nyamuk. “Kalau hujan turun terus-menerus, bukan hujan panas-hujan panas, maka potensi kasus DBD dan chikungunya dapat meningkat,” tambahnya.
Dia mengingatkan pula munculnya demam seiring perubahan cuaca. Demam sebenarnya adalah mekanisme kekebalan tubuh ketika terjadi infeksi akibat virus atau bakteri. “Kekebalan tubuh seseorang itu terbentuk melalui paparan penyakit. Bisa jadi waktu terpapar dulu dia sakit, atau malah tidak terasa sama sekali. Setelah tubuh bisa membaca dan melawan penyakit yang sama datang lagi, maka muncul demam,” urainya.
Namun, peralihan cuaca dari panas ke hujan sering mengakibatkan daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit. “Kadang ada yang tiba-tiba demam, tapi bukan terserang DBD, flu, atau penyakit lain. Kalau begitu, ya berarti harus meningkatkan daya tahan tubuh,” terang Ayu.
Menurut dia, menjaga kebugaran merupakan cara paling sederhana untuk mencegah dari serangan segala macam penyakit. Seseorang dengan daya tahan tubuh yang bagus akan mampu menolak masuknya virus atau bakteri. “Kalaupun telanjur masuk, virus atau bakteri akan mati karena imun yang kuat,” ujarnya.

Ayu menyarankan masyarakat menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, olahraga teratur, dan mengonsumsi vitamin atau suplemen jika perlu.
Dia juga menekankan pentingnya memperhatikan asupan gizi anak-anak di musim pancaroba. “Anak-anak yang asupan gizinya bagus, memiliki risiko lebih rendah tertular virus. Jangan biarkan anak makan asal kenyang. Kurangi jajanan seperti makanan ultraprocessed dan banyak MSG (monosodium glutamat). Kalau minta makan mi, tambahkan sayur dan protein,” sarannya. (kominfo/dna)