Ketua KONI Sebut Steefanny Pahlawan Olahraga Ponorogo
PRESTASI moncer atlet jujitsu Steefanny kinky Henandhita meraih perunggu SEA Games 2025 juga membuahkan semangat pembinaan olahraga di Ponorogo. Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ponorogo menegaskan bahwa melahirkan atlet berprestasi mustahil dengan cara instan. “Melainkan buah dari proses pembinaan jangka panjang yang konsisten sejak usia dini,” kata Sumani saat mendampingi Steefanny bertemu Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita di Pringgitan, Rabu (24/12/2025) siang.
Dia tunjuk bukti Steefanny yang berlatih jujitsu sejak kelas VI sekolah dasar. Dengan dukungan Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia (PBJI) Ponorogo, Steefanny menapaki karirnya mulai menjuarai kejuaraan tingkat provinsi (2017), Kejurnas (2018), meriah medali emas PON (2024), hingga merebut perunggu SEA Games 2025. “Terlihat konsisten dalam menjaga prestasi berkat latihan yang terprogram,” terang Sumani.

BANGGA: Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita didampingi Ketua Harian KONI Ponorogo, Sumani, menyerahkan apresiasi berupa bonus uang pembinaan kepada Steefanny Kinky, Atlet Ju-Jitsu asal Ponorogo peraih medali perunggu SEA Games XXXIII 2025 di Thailand, pada Rabu (24/12/2025) siang di Pringgitan
Pun, Steefanny menjuarai kejuaraan jujitsu bertaraf internasional di Bali (2024). Selain itu, naik podium sebagai juara dua Asian Regional Event di Filipina 2025. “Atas nama KONI Ponorogo, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Steefanny Kinky Henandhita adalah pahlawan olahraga Ponorogo,” tegas Sumani.
Dia menyampaikan bahwa prestasi Steefanny ikut meneguhkan posisi Ponorogo yang kini mampu bersaing di kompetisi olahraga level internasional. Tidak hanya jujitsu, atlet panjat tebing dan pencak silat juga menunjukkan prestasi yang membanggakan. “Ponorogo sekarang sudah go internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia (PBJI) Ponorogo Muryanto mengungkapkan, pihaknya selama ini intens melakukan pembinaan atlet. Yakni, rutin menggelar kejuaraan kabupaten (kejurkab), bersamaan aktif mengirimkan atlet mengikuti kejuaraan provinsi (kejurprov), serta berbagai turnamen resmi. “Kegiatan jujitsu di Ponorogo sangat padat, kami selalu siapkan atlet sebelum bertanding di kejuaraan,” ungkap Muryanto.
Menurut dia, PBJI masih dihadapkan pada keterbatasan fasilitas latihan. Para atlet jujitsu terpaksa menumpang saat berlatih rutin atau menjelang pertandingan. Kendati begitu, pembinaan tetap berjalan secara konsisten. “Kendala yang kami hadapi adalah prasarana latihan, tapi pembinaan harus tetap berjalan. Porsi latihan tidak boleh berkurang,” ujarnya. (kominfo/mey)