FLLAJ Ponorogo Rapatkan Barisan Imbangi Lonjakan Pergerakan Masyarakat Selama Lebaran
MANAJEMEN lalu lintas disiapkan untuk mengimbangi lonjakan pergerakan masyarakat saat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah. Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Ponorogo ikut merumuskan langkah-langkah mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik yang masih satu bingkai dengan Operasi Ketupat 2026 itu.
“Kami menggelar rapat koordinasi untuk menyiapkan pengamanan aktivitas masyarakat di jalan. Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” kata Kepala Dinas Perhubungan Ponorogo Wahyudi tentang pertemuan anggota FLLAJ yang terdiri sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemkab Ponorogo, Polres Ponorogo, dan Kodim 0802 pada Kamis (5/3/2026).
Selain membahas kelancaran jalur mudik dan balik selama Lebaran, lanjut dia, anggota forum juga mencermati potensi kemacetan di sejumlah titik. Di antaranya, seputar Alun-Alun Ponorogo bersamaan gelaran pasar malam, pusat perbelanjaan, dan objek wisata. “Disiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan arus kendaraan,” jelas Wahyudi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Ponorogo Setyo Budiyono, menambahkan bahwa koordinasi juga menyentuh dukungan sarana dan prasarana selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung. “Tidak hanya membahas pengaturan arus kendaraan, tetapi juga ketersediaan rambu-rambu lalu lintas. Sekaligus evaluasi pelaksanaan operasi tahun sebelumnya,” imbuh Budi.
Dalam kesempatan yang sama, Kanit Kamsel Satlantas Polres Ponorogo Ipda Partono menegaskan, Operasi Ketupat pada dasarnya merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman dan keselamatan bagi masyarakat ketika melakukan perjalanan. Pihaknya akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. ‘Ketika kepadatan arus kendaraan berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama pada jam-jam tertentu saat arus mudik maupun arus balik,” tegasnya.
Pun, jalur alternatif disiapkan untuk kendaraan dari arah Wonogiri yang hendak menuju Pacitan atau Trenggalek. Demikian pula, kendaraan dari Madiun dengan tujuan Pacitan, Trenggalek, maupun Wonogiri. “Menghindari penumpukan kendaraan di kawasan kota. Timeline lampu lalu lintas perlu disesuaikan dengan tingkat kepadatan arus kendaraan di masing-masing lokasi,” ujarnya.

Menurut Partono, sepanjang jalur Jalan HOS Cokroaminoto hingga Pertigaan Ngepos perlu mendapat perhatian khusus karena tingkat kepadatan lalu lalang kendaraan. Dia menyebut kondisi lalu lintas terus berubah setiap tahun seiring bertambahnya jumlah kendaraan. “Sedangkan kapasitas jalan relatif tetap. Karena itu, rekayasa lalu lintas harus bersifat fleksibel dan menyesuaikan situasi di lapangan,” urainya.
Polres Ponorogo menyiapkan empat pos pengamanan (pospam) dan dua pos pelayanan (posyan) selama gelaran Operasi Ketupat mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Pospam ditempatkan di Pasar Legi, Milir, Ngebel, dan Dengok. Sedangkan dua posyan berada di Terminal Seloaji dan Alun-Alun Ponorogo. “Sebelum dan sesudah Operasi Ketupat, kami laksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan atau KRYD,” pungkasnya. (kominfo/wbi)