Bunda Lis Beber Data IPM Naik dan Angka Kemiskinan Ponorogo Turun di Musrenbang
ARAH pembangunan di daerah dirancang sedemikian matang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melibatkan sejumlah unsur masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Fokus pembangunan tahun depan itu mengarah ke pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi rakyat, serta peningkatan infrastruktur.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan bahwa musrenbang menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Pun, perlu mempertimbangkan masukan dari masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan daerah. “Inti dari semua yang kita lakukan ke depan itu bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– saat membuka Musrenbang Penyusunan RKPD 2027 di Sasana Praja, Kamis (12/3/2026).
Menurut dia, berbagai capaian pembangunan daerah menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan kualitas pembangunan manusia dan penurunan angka kemiskinan menjadi indikator penting yang menunjukkan bahwa berbagai program pembangunan di Kabupaten Ponorogo mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat. “IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Ponorogo meningkat dari sekitar 74 pada tahun 2024 menjadi sekitar 74,65 pada tahun 2025. Sedangkan tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari 9,11 persen pada tahun 2024 menjadi sekitar 8,86 persen pada tahun 2025,” jelas Bunda Lis.

Pemkab Ponorogo menetapkan tema “Pemerataan Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” untuk gerak pembangunan selama 2027 mendatang. Penyusun program prioritas pembangunan daerah bakal menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Karena itu, fokus utama pembangunan mengarah ke sejumlah sektor strategis seperti infrastruktur, ekonomi rakyat, serta peningkatan kualitas layanan dasar. “Diwujudkan melalui percepatan penanggulangan kemiskinan, peningkatan infrastruktur yang berkualitas, penguatan sektor pertanian, pengembangan UMKM dan industri, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan,” terang Bunda Lis.
Bupati perempuan pertama di Ponorogo itu menyebut prioritas pembangunan infrastruktur sebagai salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kondisi infrastruktur yang baik mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta mendongkrak aktivitas ekonomi. Karena itu, pembangunan jalan, jembatan, serta prasarana pendukung lainnya menjadi perhatian utama pemerintah daerah. “Kalau bicara skala prioritas, kami fokus pada pembangunan infrastruktur khususnya jalan. Tak kalah penting adalah upaya menarik investor, peningkatan sektor pendidikan, kesehatan, serta pariwisata,” urainya.
Bunda Lis menegaskan bahwa pihaknya berupaya melakukan pemerataan pembangunan agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil. Melalui pendekatan pembangunan yang tidak hanya terpusat di perkotaan, maka setiap wilayah bakal mendapatkan perhatian secara proporsional. “Beberapa program pembangunan fisik memang mengalami sedikit keterlambatan karena kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi. Kami tetap berkomitmen segera menyelesaikan kegiatan itu demi kelancaran aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Bunda Lis tak memungkiri adanya tantangan ke depan berdasarkan analisis pembangunan daerah serta memperhatikan isu strategis yang berkembang di masyarakat. Di antaranya, belum optimalnya pertumbuhan dan stabilitas perekonomian daerah, belum meratanya pelayanan kesehatan dan pendidikan, belum optimalnya pemenuhan kebutuhan layanan dasar masyarakat, serta masih perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pun, Ponorogo memiliki program unggulan Desa Hebat yang bakal menyokong tema pembangunan 2027. Bunda Lis mengidamkan setiap desa bersaing memiliki ekonomi kuat, mengelola sumber daya dengan baik, masyarakatnya sehat dan berpendidikan, serta mampu bertransformasi secara digital. “Selain itu, memiliki ketahanan pangan yang kuat, tata kelola pemerintahan yang baik, keamanan dan ketertiban yang terjaga, serta mempertahankan budaya dan kelestarian lingkungan,” harapnya. (kominfo/mey)