Lebih Ramah Lingkungan, TPA Mrican Baru Hanya Proses Residu Sampah
TEMPAT Pemrosesan Akhir (TPA) Mrican Baru dirancang dengan sistem pengelolaan modern. Yakni, berbasis sanitary landfill yang mengutamakan aspek kelestarian lingkungan. “Sistem sanitary landfill menjadi standar baru pengelolaan sampah karena mampu mengendalikan potensi pencemaran melalui lapisan kedap air, pengolahan air lindi, serta pengendalian gas metana dari timbunan sampah,” kata Abri Susilo, kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Kamis (16/4/2026).
Menurut dia, konsep sanitary landfill memastikan seluruh proses pengelolaan sampah dilakukan secara terkendali. “Sanitary landfill itu prinsipnya memproses sampah secara berlapis dan terkendali. Ada lapisan kedap air di bawah, kemudian pengelolaan air lindi, dan pengendalian gas metana sehingga potensi pencemaran lingkungan bisa diminimalisasi,” terang Abri.

Dia menambahkan, TPA Mrican Baru yang akan menempati lahan seluas 9,3 hektare di Desa Mrican Kecamatan Jenangan tidak akan menerima semua jenis sampah. Melainkan hanya sampah residu atau sampah sisa yang tidak dapat diolah di tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPA 3R). “Sampah lebih dulu dikelola secara komunal di kawasan permukiman dengan cara dipilah,” jelasnya.
Abri menegaskan, lokasi TPA Mrican Baru yang berada di petak hutan pangkuan KPH Madiun itu sudah ideal karena jauh dari pemukiman. Standar keamanan lingkungan adalah berjarak minimal 500 meter dari hunian penduduk. “Kalau jarak dengan pemukiman, sudah melebihi dari standar keamanan. Bahkan, posisi landfill-nya juga berada di sisi yang lebih jauh lagi, sehingga secara potensi gangguan itu sangat minimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mrican Adi Purnomo menyampaikan bahwa proses penetapan tata batas lahan untuk TPA Mrican Baru berjalan lancar tanpa menimbulkan penolakan dari masyarakat. “Alhamdulillah dari pengamatan kami di lapangan, pemberian tanda batas calon TPA ini berjalan lancar dan tidak ada masalah dengan masyarakat sekitar. Kami pastikan juga tidak ada penolakan,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemerintah desa siap menjadi penghubung apabila ada hal yang perlu dikomunikasikan dengan warga. “Kalau nanti ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan, kami siap menjadi penghubung dengan masyarakat. Tapi sejauh ini semuanya sudah berjalan baik dan tidak ada persoalan,” tambahnya.
Dengan penerapan teknologi sanitary landfill serta dukungan masyarakat setempat, TPA Mrican Baru diharapkan menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah yang lebih modern, aman, dan berkelanjutan di Kabupaten Ponorogo. (kominfo/nky/mey)