Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Ada Grebeg Suro, Ribuan PNS Ponorogo Jadi Warok

Ada Grebeg Suro, Ribuan PNS Ponorogo Jadi Warok

By on September 3, 2018 0 444 Views

HENTOH…… hentoh….. Tidak perlu kaget bila sering berpapasan dengan ‘warok’ menjelang 1 Suro pada tahun 2018 kali ini. Mereka akan ada di berbagai instansi lingkungan Pemkab Ponorogo, BUMD, sekolah-sekolah sampai di berbagai sudut Ponorogo.

Tapi ini bukan berarti mereka semua telah menjadi warok betulan. Mereka adalah para karyawan di jajaran Pemkab Ponorogo yang bersamaan dengan pelaksanaan Grebeg Suro 2018 ini mengganti seragam hariannya seperti baju hijau Linmas atau baju warna khekinya dengan baju ponoragan hitam-hitam yang disebut penadon.

Sejumlah petugas layanan e-KTP di Dinas Dukcapil Ponorogo tampak lebih bersemangat melayani warga dalam balutan baju penadon.

Kewajiban mengenakan baju penadon ini dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Ponorogo nomor 56/422/405.08/2018 tertanggal 27 Juni 2018. Dalam edaran ini, para karyawan di lingkungan Pemkab Ponorogo, diminta mengenakan baju hitam-hitam lengkap dengan ikat kepalanya saat bertugas atau berdinas sehari-hari. Dimulai dari tanggal 1 September sampai dengan 11 September. Untuk karyawati diwajibkan mengenakan busana batik. Khusus Satpol PP, cukup mengenakan udheng saja.

“Memang benar, pada tanggal itu semua karyawan Pemkab Ponorogo wajib mengenakan baju penadon. Untuk putri berbusana batik. Hal ini untuk memeriahkan Grebeg Suro 2018 yang memang diselenggarakan pada 1-11 September besok,” terang Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno, Senin (3/9/2018).

Dikatakan Wabup Soedjarno, tidak hanya PNS, warga Ponorogo lain yang juga ingin memeriahkan Grebeg Suro 2018 juga bisa mengenakan baju penadon. Atau, kalau pun tidak mengenakan baju hitam-hitam tersebut, ada aksesori atau tema ponoragan dari busana yang dikenakan di kantor, toko, atau di instansi-instansi swasta lainnya. Seperti kaos bergambar Grebeg Suro, mengenakan udheng atau memakai sabuk othok.

Khusus Satpol PP seragamnya tidak berubah, hanya saja satuan penegak perda ini mengganti topi atau baretnya dengan udheng hitam merah khas Ponorogo.

“Ini adalah cara untuk memperkuat jati diri dan semakin menguatkan ikon Ponorogo sebagai kota budaya, kota reyog,” terang Wabup.

Grebeg Suro 2018 memang dibarengkan dengan Peringatan Hari Jadi Ponorogo ke-522 yang sebenarnya jatuh pada tanggal 12 Agustus lalu. “Jadi kali ini lebih lama pakai penadonnya. Kalau biasanya hanya satu pekan, kali ini sampai 11 hari,” kata Soedjarno.

Sejumlah warga mengaku senang dengan penampilan PNS yang mengenakan baju warok pada tiap pelaksanaan Grebeg Suro. Terutama untuk para PNS yang berada di meja-meja pelayanan. “Suasana kantornya jadi agak gimana gitu. Kita senang dan bangga kok,” ungkap Nuraini, warga Kelurahan Banyudono. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *