Breaking News

ADD Dipertahankan 20 Persen dari APBD

By on April 5, 2018 0 56 Views

Wabup Ponorogo Sudjarno saat berada di Pendopo Desa Ngabar dalam peresmian Bangunan Rice Mill Unit BUMDes Bersama Anugrah, Selasa (3/4/2018)

UANG rakyat dari pajak yang dikembalikan dalam bentuk Anggaran Dana Desa (ADD) di Kabupaten Ponorogo besarannya akan tetap dipertahankan dengan porsi 20 persen dari total dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo.

Wakil Bupati Ponorogo menyatakan, selama dua tahun terakhir ADD di Ponorogo sudah mencapai hampir 20 persen. “Jadi memang sudah dirancang sedemikian rupa agar prosentasenya segitu,” Sudjarno, Kamis (5/4/2018).

Ia menyebutkan, dari pemerintah pusat memang mengamanatkan agar dari DAU (Dana Alokasi Umum) bisa dialokasikan sebesar paling sedikit 10 persen untuk ADD. Namun Ponorogo sudah bisa mengalokasikan DAU sebesar sekitar 20 persen. Salah satunya dengan program Rp300 juta per desa per tahun.

Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendes PDT dan Transmigrasi RI Profesor Ahmad Erani Yustika saat berada di Pendopo Desa Ngabar dalam peresmian Bangunan Rice Mill Unit BUMDes Bersama Anugrah, Selasa (3/4/2018)

Tingginya prosentase ADD di APBD Ponorogo ini mendapat apresiasi Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendes PDT dan Transmigrasi RI Profesor Ahmad Erani Yustika. Saat berada di Ponorogo pada Selasa (3/4/2018) meresmikan Rice Mill Unit atau penggilingan padi di Desa Ngabar, Profesor Erani menyatakan, saat ini masih banyak daerah yang menganggarkan ADD hanya 10 persen dari APBD.

“Ponorogo ini bagus, bisa hampir 20 persen. Sementara daerah lain belum bisa menganggarkan seperti itu,” ujarnya di depan warga Ngabar.

 

Wabup Ponorogo Sudjarno dan Dirjen PKP Kemendes PDT dan Transmigrasi RI Profesor Ahmad Erani Yustika saat berada di Pendopo Desa Ngabar dalam peresmian Bangunan Rice Mill Unit BUMDes Bersama Anugrah, Selasa (3/4/2018)

Hal ini akan menjadi lebih baik lagi di masa mendatang sebab tahun depan pemerintah pusat akan menaikkan jumlah Dana Desa (DD) yang mengiringi ADD menjadi cukup tinggi. Kalau 2015 alokasi DD adalah Rp20,7 triliun, 2016 sudah naik menjadi Rp46,9 triliun. Pada 2017 dan 2018 DD sudah naik lagi menjadi Rp60 triliun.

“Tahun depan, Presiden akan menaikkan menjadi lebih dari Rp60 triliun. Ini agar warga di desa bisa menikmati pembangunan seperti warga lain di perkotaan,” ungkap Profesor Erani. (kominfo/dist)