Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Air Bekas Jamasan Di Percaya Bisa Bikin Awet Muda

Air Bekas Jamasan Di Percaya Bisa Bikin Awet Muda

By on September 10, 2018 0 131 Views

Ribuan pasang mata antusias mengikuti rangkaian acara prosesi mulai kirab pusaka dari kota lama menuju kota tengah yang sekarang ditempati Bupati Ponorogo, hingga berebut air jamasan dan rebutan tumpeng.

Tiga pusaka yang sebelumnya telah disemayamkan di Makam Batoro Katong yaitu Sabuk Cinde Puspito, Payung Songsong Tunggul Wulung dan Tombak Tunggul Nogo itu di kirab menuju kota tengah,  sebagai acara perpindahan pusat Pemerintahan Kabupaten Ponorogo dari kota lama menuju kota baru.

 

Tiga Pusaka Sabuk Cinde Puspito, Payung Songsong Tunggul Wulung dan Tombak Tunggul Nogo yang akan dijamas

Prosesi penjamasan pusaka

Prosesi penjamasan pusaka

Pusaka dijamas oleh Bupati Ipong Muchlissoni

Antusias masyarakat dalam melihat kirab pusaka tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang telah menunggu di jalan protokol sejak pukul 13:30 WIB.

Setelah ketiga pusaka tersebut tiba di Alun-alun Ponorogo. Sebelum dilakukannya jamasan (dimandikan) di adakannya tari-tarian penyambutan 3 pusaka dan setelah itu ketiga pusaka dijamas (dimandikan).

Air untuk memandikan ketiga pusaka itu di ambil dari 7 mata air di Ponorogo, yaitu sumber air Gunung Kucur, sumber air Telaga Ngebel, sumber air Tegalsari, dan sejumlah mata air lainnya.

Usai dimandikan, pusaka dikembalikan untuk disemayamkan di dalam kantor Bupati Ponorogo. Sedangkan air sisa jamasan langsung dijadikan rebutan oleh ribuan masyarakat. Karena masyarakat meyakini air tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit, membuat awet muda, gampang jodoh serta bagi pejabat bisa menaikkan pangkat dan derajat.

Dalam acara kirab juga ada tradisi berburu berkah dari Bupati dan istrinya, serta Forpimka saat mengendarai kereta kuda.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menjelaskan acara ini sebagai wujud pelestarian budaya yang harus tetap dijaga sekaligus memberitahukan sejarah berdirinya Kabupaten Ponorogo kepada masyarakat dan para wisatawan. “Alhamdulillah saya bersyukur dari awal hingga akhir acara Grebeg Suro semua berjalan dengan lancar hingga penutupan ini,” ungkapnya.

Ungkap orang nomer satu di Ponorogo itu menambahkan tujuan utama dilakukan kirab pusaka ini sebagai wujud nyata memelihara tradisi, sekaligus napak tilas berdirinya Ponorogo. “Nantinya diharapkan dengan mengangkatnya tradisi ini bisq menjadikan daya tarik wisatawan dari luar Ponorogo,”jelasnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Ponorogo yang turut bahagia dan senang dalam acara tahunan Kabupaten Ponorogo. “Saya melihat semua masyarakat nampak tersenyum itu tandanya mereka senang dan bahagia dalam melihat perpindahan pusat pemerintahan Kota lama ke kota baru,” pungkasnya.

Sebagai penutup rangkaian prosesi kirab pusaka, masyarakat yang ada di seputar paseban saling berebut tumpeng raksasa dan air bekas jamasan pusaka. (Kominfo/fdl)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *