Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Alun-Alun Ponorogo ‘Dijual’ Rp1.500

Alun-Alun Ponorogo ‘Dijual’ Rp1.500

By on May 21, 2018 0 571 Views

Pada awal Juni mendatang, Alun-Alun Ponorogo akan berubah menjadi pasar malam sebagai cara menyambut dan merayakan Idul Fitri 1439 H. Alun-alun akan dibuka lebar bagi para pelaku ekonomi usaha kecil dan mikro untuk meramaikan hari-hari kemenangan tersebut.

HANYA Rp1.500 per meter per hari. Inilah harga jual untuk sewa kapling pasar malam yang akan diselenggarakan Pemkab Ponorogo di Alun-Alun Ponorogo. Tarif inilah yang diberlakukan kepada para pedagang yang akan mengisi keramaian demi menyambut dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1439 atau lebaran 2018 mendatang.

Kabag Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo Edi Sucipto mengatakan, ada sekitar 759 kapling dengan luas bervariasi yang mulai Senin (21/5/2018) ditawarkan untuk disewa oleh para pedagang yang akan meramaikan pasar malam lebaran.

“Itu perkiraan dari tahun lalu. Bisa kurang, bisa lebih, sebab tergantung luas masing-masing stan yang diinginkan pedagang. Setelah penutupan pendaftaran stan tanggal 31 Mei nanti kita baru tahu berapa jumlah pasti kaplingnya,” kata Edi.

Pasar malam akan digelar mulai 2 Juni sampai 23 Juni 2018 mendatang atau selama 22 hari. Dengan asumsi luas ideal tiap stan adalah kapling seluas 9 meter persegi, maka tiap pedagang wajib membayar sewa lahan sebesar Rp297 ribu. Yaitu Rp1.500 dikalikan luasnya 9 meter persegi dan waktu pelaksanaan selama 22 hari.

“Setidaknya ya Rp297 ribu dan wajib dibayarkan di depan atau dibayar dulu baru menempati. Sebab panitia akan kesulitan kalau ditagih belakangan. Oh iya, sewa itu di luar biaya kebersihan dan lain-lain (pajak hiburan yang akan ditarik oleh BPKAD) ya. Sebab penyelengara kebersihan dari LH (Dinas Lingkungan Hidup) punya pola sendiri untuk memungut ongkos kebersihan,” katanya.

Dasar penerapan harga sewa ini adalah Perbup nomor 32/2016. Dari biaya sewa ini, diperkirakan muncul Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesarRp230 juta.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo Syaifur Rochman

 

Asisten III atau Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo Syaifur Rochman menambahkan, saat ini pihak Pemkab sedang melakukan sosialisasi kegiatan tersebut. “Sekarang kita sedang melakukan sosialisasi. Tanggal 21 Mei sampai 31 Mei adalah tahap awal, para pedagang dipersilakan mendaftar. Tanggal 2 sampai 23 pelaksanaan,”ungkap Syaifur.

Pedagang lokal diperkirakan mendominasi pasar malam. Seita 70 persen pedagang yang masuk adalah dari Ponorogo. “Memang diprioritaskan yang dari lokal. Yang dari luar Ponorogo adalah mereka yang dari Ponorogo tidak bisa menyediakan. Misal drummolen atau atraksi lain,” kata dia.

Penataan stan akan dilaksanakan oleh Satpol PP pada 25 Mei hingga 31 Mei. Sedangkan pada 24-27 Juni stan akan dibongkar total oleh Saptol PP. Pada 30 Juni, alun-alun Ponorogo sudah dijadwalkan untuk pelaksanaan pengajian akbar.

Diterangkannya, ada sejumlah perubahan yang diinginkan Pemkab Ponorogo pada pasar malam kali ini. Yaitu pengosongan trotoar dari pedagang. “Trotoar harus clear, bersih, untuk pejalan kaki. Dan pedagang harus masuk semua ke alun-alun. Lalu nantinya arus lalu lintas di depan paseban di buat searah agar lalu lintas tetap lancar meski ada keramaian. Sekarang masih dibahas dengan Satlantas Polres dan Dishub, searahnya ke mana, barat saja atau timur saja,” ungkapnya.

Kereta kelinci juga dilarang beroperasi di jalan sekitar alun-alun sebab dikhawatirkan menyebabka macet. Sedangkan dokar atau kereta kuda masih diperkenankan mangkal di selatan alun-alun bagian timur namun dengan rute di luar jalan sekitar alun-alun. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *