Breaking News
  • Home
  • News
  • APBD 2019 Turun Rp200 M, PAD Didorong Naik

APBD 2019 Turun Rp200 M, PAD Didorong Naik

By on July 30, 2018 0 456 Views

PENDAPATAN Kabupaten Ponorogo yang akan mengalami penurunan pada RAPBD 2019 nanti akan diimbangi Pemkab Ponorogo dengan upaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatannya ditargetkan mencapai lebih dari 10 persen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono mengatakan, dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2019 memang ada penurunan pendapatan dalam APBD 2019 nantinya. Hal ini karena sesuai petunjuk pelaksanaan dari pemerintah pusat yang melarang memasukkan sejumlah anggaran ke KUA PPAS.

“Pemda di seluruh Indonesia, termasuk Ponorogo, tidak boleh memasukkan pendapatan dari DAK (Dana Alokasi Khusus), bantuan keuangan provinsi dan DED (dana untuk Detailed Engineering Design) dan lainnya ke APBD (saat ini masih dalam sebutan KUA PPAS). Begitu turun nantinya ya kita masukkan ke APBD (2019),” ungkap Sekda Agus Pramono Senin (30/7/2018). Karena itu, lanjut Sekda, pemda masih menunggu juklak dari pusat.

Dampaknya, Pemkab Ponorogo harus melakukan efisiensi. Berbagai program yang tidak seiring dengan pencapaian visi misi Bupati Ponorogo akan dirasionalisasi. “Karena visi misinya di 2019 adalah pengembangan pariwisata namun infrastruktur tetap jalan,” ungkap Sekda Agus Pramono.

Rasionalisasi itu di antaranya adalah pengurangan anggaran administrasi umum, honor-honor kegiatan dan efisiensi berbagai pengeluaran untuk hal yang tidak terlalu penting dalam jalannya pemerintahan.

Untuk mengatasi hal ini, lanjut Sekda Agus Pramono, Pemkab akan mendorong adanya peningkatan PAD. Kalau selama ini peningkatan PAD baru sekitar 5 persen sampai 10 persen, maka tahun depan, PAD akan didorong untuk naik lebih dari 10 persen. PAD Ponorogo selama ini menempati porsi sekitar 10 persen dari APBD Ponorogo.

“PAD harus kita genjot biar bisa mengimbangi pengurangan anggaran dari pusat ini. Di semua lini harus ada peningkatan, harus dipikul bareng oleh semua pihak,” pungkas Sekda Agus Pramono. Sumber PAD di antaranya adalah laba BUMD, pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya. Pendapatan dalam APBD 2019 diperkirakan mencapai Rp2 triliun. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *