Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Aplikasi ACS Hadir Karena Peminat Angkot Gratis Turun?

Aplikasi ACS Hadir Karena Peminat Angkot Gratis Turun?

By on April 9, 2018 0 54 Views

Seorang pelajar saat mengoperasikan aplikasi ACS Ponorogo untuk mengetahui posisi kendaraan yang ada untuk ditumpanginya saat pulang sekolah.

TURUNKAH peminat untuk Angkutan Cerdas Sekolah sehingga Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo harus meluncurkan aplikasi ACS Siswa untuk para pelajar pengguna angkutan gratis dari Pemkab Ponorogo ini?

Kepala Dishub Ponorogo Junaidi ternyata langsung membantahnya. Sebab, yang terjadi justru selalu ada kenaikan jumlah peminat ACS dari waktu ke waktu. “Terjadi penurunannya hanya pas pergantian tahun. Yaitu anak yang semula di kelas IX (kelas 3 SMP) lalu masuk SMA. Mereka sudah bisa mendapat SIM (Surat Izin Mengemudi) dan berani naik sepeda motor atau sekolah di luar kota,” ungkap Junaidi, Senin (9/4/2018).

Diakuinya, saat pergantian tahun ajaran 2017 lalu, sempat terjadi penurunan penumpang hingga 20 persen. Namun sekali lagi, kata Junaidi, bukan karena pelajarnya enggan naik armada ACS, tapi karena beralih trayek, pindah luar kota atau sekolah lebih dekat rumah.

Para pelajar sejumlah SMP di Jalan Sukarno Hatta saat menumpang ACS.

Para pelajar sejumlah SMP di Jalan Sukarno Hatta saat menumpang ACS.

Junaidi justru menyebutkan setelah penurunan di awal tahun ajaran baru, jumlah pelajar penumpang ACS terus bertambah. Sejumlah sekolah bahkan telah meminta adanya armada ACS tambahan agar siswanya lebih aman saat berangkat dan pulang sekolah. Namun hal ini belum bisa dipenuhi.

“Kita ini bukan berkurang, malah kalau bisa disuruh nambah kok. Tapi pemerintah kan ada keterbatasan anggaran. Kalau misal ada subsidi silang, artinya tidak sepenuhnya gratis, tentu bisa nambah armada ACS. Tapi semua itu harus dilakukan dengan baik dengan dasar kajian yang mendalam,” ungkapnya.

Junaidi berterus terang, peluncuran aplikasi ACS juga merupakan upaya agar pihaknya tidak terus menerus menggelar sosialisasi keberaadaan ACS yang memerlukan banyak energi dan anggaran. Dengan adanya aplikasi, pelajar yang berminat, orang tua yang mendukung dan guru yang membutuhkan keselamatan bagi anak didiknya bisa menjadi corong yang efektif untuk mengikuti program ACS dari pemerintah.

“Kalau idealnya, 30 persen pelajar kita yang jumlahnya 7 ribu bisa diangkut armada ACS. Tapi sekarang kan baru 625 pelajar dengan 41 armada sekali angkut. Tapi itu nanti lah kalau sudah ditambah anggarannya,” ungkapnya sambil tersenyum. (kominfo/dist)