Breaking News
  • Home
  • News
  • Beda, Penganten Ini Gelar Resepsi Tepat Di hari Pemilu

Beda, Penganten Ini Gelar Resepsi Tepat Di hari Pemilu

By on June 26, 2018 0 213 Views

Beda ini yang ingin diperlihatkan oleh kedua pasangan penganten asal Desa Janti, Kecamatan Slahung. Pasalnya pengantin tersebut menggelar pernikahannya bertepatan dengan Kemeriahan Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) se-Indonesia, hal itu membuat calon pengantin Aris Nurhuda (28) dan Fauziah Arsanti (26) terinspirasi dan keduanya membuat undangan mirip dengan surat suara yang ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Undangan manten

 

Lembar ke 2 undangan

 

Undangan yang sudah beredar tersebut terdiri dari dua lembar. Untuk yang lembar pertama mirip surat suara. Berdesain gambar dua pasangan. Ada juga denah TPS (Tempat  Pelaminan Selamanya). Tak ketinggalan undangan pernikahan itu dilengkapi logo Kabupaten Ponorogo dan KPU, serta dibubuhi stempel, dan dilembar keduanya desain koran. Di desain tersebut, ada berita dengan judul “Nikah Wajib, Golput Haram”. Pun untuk tanggal pernikahannya juga saat pemilu, Rabu (27/6) besok.

Fauziah Arsanti calon pengantin perempuan saat di temui ponorogo.go.id di rumahnya dirinya mengaku, mendapatkan ide saat membaca koran. “Baru ngeh kalau hari penganten bertepatan dengan Pilkada,” ungkapnya Selasa (26/6).

Setelah mengetahui bahwa pernikahannya itu bertepatan dengan pilkada makan Fauziah mencari referensi contoh undangan surat suara yang ada diinternet. Lanjutnya setelah ia mendapat referensi tersebut lantas ia mendesain sendiri undangan pernikahannya. “Saya desain sendiri  undangan pernikahan saya, ya undangannya hampir sama dengan surat suara. Ada foto saya sama calon suami saya. Juga ada desain koran yang ada beritanya,” terang wanita asal Desa janti tersebut.

Fauziah juga menjelaskan awalnya ia dan calon suami tidak mengetahui kalau pernikahannya tepat di hari pilkada, ia mengaku pada waktu lamaran kemarin pada 1 Oktober 2017 itu orang tua langsung memutuskan tanggal 27 Juni 2018, “Saya tahu baru beberapa bulan sebelum hari H,” terangnya.

Di samping itu, calon pengantin laki-laki, Aris Nurhuda, mengaku tidak untuk memajukan maupun memundurkan hari pernikahannya. Apalagi sudah ada kesepakatan antara kedua pihak keluarga. “Kan sudah ada kesepakatan. Kita juga tidak tahu ada pemilu. Ya karena hari baik dan menghargai kedua orang tua,” bebernya.

Ia pun tidak berniat untuk golput. ia bakal menyempatkan diri untuk tetap mencoblos, dan memilih gubernur Jawa Timur. “Saya tetap nyoblos. Memakai pakaian pengantin juga,” Jelasnya. (Kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *