Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Belum Tanggap Darurat, Bupati Tetap Siagakan Personel Tanggulangi Bencana

Belum Tanggap Darurat, Bupati Tetap Siagakan Personel Tanggulangi Bencana

By on March 7, 2019 0 268 Views

RATUSAN personel dari berbagai bidang terus disiagakan menghadapi bencana banjir dan longsor yang terjadi pada enam kecamatan di Ponorogo sepanjang Rabu (6/3/2019) malam dan Kamis (7/3/2019) ini. Meski demikian, Pemkab Ponorogo belum menetapkan kondisi ini dalam status tanggap darurat. Saatini status bencana Ponorogo masih ‘siaga’.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat mengunjungi pengungsi banjir di Gedung Sasana Praja, Kamis (7/3/2019) petang menyatakan, kalau melihat situasi yang terjadi, air banjir mulai surut. “Kita melihat air sudah mulai turun sehingga kita belum menetapkan ini sebagai tanggap darurat. Surut inilah yang juga diharapkan pada pengungsi ini,” ungkapnya.

Bupati Ponogoro Ipong Muchlissoni saat mengunjungi dan mengecek kondisi para pengungsi banjir di Gedung Sasana Praja, Kamis (7/3/2019), petang.

Bupati Ipong mengatakan, meski terjadi banjir dan longsor di sejumlah kawasan, namun ia bersyukur tidak ada korban jiwa. Keadaan para pengungsi juga cukup baik. Berbagai kebutuhan dasar seperti makan, minum, obat serta hal-hal lainnya bisa terpenuhi.

“Alhamdulillah mereka baik-baik saja. Tidak ada yang sakit akibat ngungsi, kalaupun sakit ya karena memang sakit sejak sebelum banjir. Tidak ada masalah pada para pengungsi, hanya mereka ingin segera surut dan pulang. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu para pengungsi ini,” ungkapnya.

Bupati Ponogoro Ipong Muchlissoni mencoba berbicara dengan Suparmi, warga Prayungan penderita stroke yang mengungsi ke Gedung Sasana Praja akibat banjir.

Terkait tim penanggulangan bencana, Bupati Ipong menyatakan, pihaknya akan menambah jumlah personel tim penanggulangan bencana. Baik untuk evakuasi maupun mengantisipasi banjir dan longsor yang lebih besar. Hanya saja Bupati Ipong belum bisa menyebutkan jumlah personel dalam tim penanggulangan bencana ini.

“Personel kita tambah seraya kita menambah berbagai fasilitas yang diperlukan dalam rangka menghadapi bencana alam ini,” ungkapnya.

Untuk longsor, Bupati Ipong menyatakan sudah ada sejumlah alat berat yang langsung diterjunkan. Dari tujuh titik, sudah ada empat titik yang diatasi walaupun belum bisa tuntas. Tiga titik lainnya juga akan segara dibersihkan. “Yang baru saja longsor ya tentu agak belakangan pembersihannya. Warga kita kerahkan juga untuk kerja bakti,” tuturnya.

Sedangkan untuk faslitas umum yang rusak, seperti salah satu jembatan di Desa Broto, Slahung, maka akan dibuat penggantinya. Namun sementara akan dibuatkan jembatan dari anyaman bambu. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *