Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Potensi Longsor Tanah Gerak Mbolo Tidak ke Permukiman

Potensi Longsor Tanah Gerak Mbolo Tidak ke Permukiman

By on April 12, 2018 0 182 Views

POTENSI longsor di Dusun Mbolo, Desa Senepo, Kecamatan Slahung, juga mulai teridentifikasi oleh Tim Peneliti dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi yang mengamati titik-titik yang dinyatakan mengalami gerakan tanah dan terdapat retakan.

Selama Selasa dan Rabu (10 dan 11/4/2018), mereka telah mengamati tiga titik tanah gerak. Satu titik di lingkungan Salam, Dusun Gembes, Desa/Kecamatan Slahung, satu titik di Dusun Durenan, Desa Senepo dan di Dusun Mbolo, Kecamatan Senepo. Pada Kamis (12/4/2018) mereka akan menyusuri titi tanah gerak di Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung dan segera menyusul retakan di Desa Dayakan Badegan.

Kasubdit Mitigasi Gerakan Tanah (Wilayah Barat)  PVMBG Sumaryono yang berada di lokasi mengatakan, untuk di Dusun Mbolo yang disebut terjadi tanah gerak dan dilaporkan ada retakan tanah memang berpotensi longsor. Namun luasannya tidak begitu besar, lebih kecil dari tanah gerak di Dusun Gembes yang lebarnya 30 meter dan panjang 70 meter.

“Kita masih hitung, tapi tidak seluas Gembes. Tapi jelas itu potensi longsor,” ungkapnya.

Petugas dan Badan Geologi saat menentukan arah longsoran di salah satu titik di Kecamatan Slahung.

Di titik tersebut, kata Sumaryono, potensi longsor tidak menuju ke permukiman warga seperti di Gembes yang bisa mengenai empat rumah warga. Dari pengamatan, potensi longsor akan mengenai jalan menuju permukiman warga. Sehingga meski tidak berbahaya namun tetap harus diwaspadai. Ada 19 KK yang mungkin terisolasi bila jalan menuju permukiman tersebut terkena longsor.

“Dampak ke rumah warga sudah terlihat. Untuk rumah permanen ada retakan dengan lebar 1 cm sampai 3 cm. Untuk rumah kayu tidak ada masalah sehingga kami rekomendasi agar kalau ada warga membangun rumah lebih baik dengan kayu saja, bukan rumah permanen. Kalau rumah permanen ya harus waspada dengan adanya retakan nantinya,” terangnya.

“Kalau yang Gembes harus relokasi (4 rumah dengan 4 KK), kalau Mbolo ini belum perlu relokasi,” imbuhnya.

Selain melakukan pengamatan visual langsung, tim dari Badan Geologi juga melakukan pemotretan dengan drone untuk mendapatkan foto udara. Foto-foto ini nantinya akan dicocokkan dengan data dan peta longsor yang dimiliki oleh Badan Geologi untuk dikaji lebih lanjut.

“Sepulang dari sini akan kami olah dan kaji sehingga akan muncul rekomendasi-rekomendasi,” pungkasnya. (kominfo/dist)