Breaking News
  • Home
  • Slider
  • BPBD Datangkan Tim Geologi Teliti Tanah Gerak

BPBD Datangkan Tim Geologi Teliti Tanah Gerak

By on April 10, 2018 0 569 Views

PENELITI dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung yang juga disebut Badan Geologi akan melakukan pengamatan di lima titik lokasi tanah gerak di Ponorogo. Selama beberapa hari ke depan mereka akan menyusuri satu demi satu titik-titik tersebut dan akan memberikan saran dan rekomendasi terkait kondisi tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Imam Basori di lokasi pengamatan, Selasa (10/4/2018) mengatakan, tim PVMBG akan difokuskan dulu ke lokasi longsor di Kecamatan Slahung. Di antaranya di Dusun Gembes dan Durenan, Desa Slahung; Dusun Bulu, Desa Senepo dan satu titik lagi di Desa Tugurejo. Semuanya di Kecamatan Slahung. Sedangkan titik kelima adalah di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan.

“Sesuai surat yang kami layangkan ada lima titik yang akan diteliti oleh tim dari Badan Geologi ini. Kondisi tanah gerak di titik tersebut akan dipetakan dan akan muncul rekomendasi,” ujarnya.

Tim PVMBG bersama personel BPBD dan relawan saat menuju lokasi tanah gerak di Dusun Gembes, Desa/Kecamatan Slahung, Selasa (10/4/2018)

Pemetaan ini dilaksanakan agar Pemkab Ponorogo melalui BPBD atau OPD terkait bisa melakukan tindak lanjut untuk mengatasi kondisi yang ada.

“Ini kita lakukan karena kalau kondisi ekstrim, seperti saat curah hujan tinggi, lokasi tersebut kan rawan karena pergerakan selalu ada. Maka perlu tindak lanjut dari kondisi yang ada. Dan itu yang kita harapkan dari penelitian tim PVMBG ini yang akan kita bahas bersama Bupati dan OPD terkait setelah muncul rekomendasi,” ulasnya.

Warga di Dusun Gembes pun sudah banyak yang mengungsi sejak terjadi bencana tanah gerak sekitar satu bulan lalu. Catatan BPBD menyebutkan, jumlah warga terdampak bencana tanah gerak di Dusun Gembes adalah 16 KK, Desa Senepo 28 KK. Sedangkan yang mengungsi mencapai 22 KK.

“Seluruhnya ada 74 KK,” ujarnya.

Kasubdit Mitigasi Gerakan Tanah (Wilayah Barat)  PVMBG Sumaryono mengatakan, mereka akan mendatangi lima titik. Mereka akan mengamati berbagai kondisi yang ada dan akan memberikan rekomendasi yang bisa dilakukan oleh pihak-pihak terkait.

“Paling cepat satu pekan setelah pengamatan akan muncul rekomendasi. Warga harus seperti apa nanti akan kita beri saran,” ungkap Sumaryono. (kominfo/dist)