Bupati Ipong Kembalikan Tradisi Pasar Malam Aloon-aloon Ponorogo

Bupati Ipong Kembalikan Tradisi Pasar Malam Aloon-aloon Ponorogo

Bupati Ipong Kembalikan Tradisi Pasar Malam Aloon-aloon Ponorogo

Comments Off on Bupati Ipong Kembalikan Tradisi Pasar Malam Aloon-aloon Ponorogo

Wawancara Bupati Ipong Dalam Acara Buka Persama Awak Media

PONOROGO, – Tidak seperti momen perayaan Grebeg Suro kemarin, dimana kawasan Aloon-aloon dikonsep sebagai arena pasar eksklusif yang dipagar dan serahkan pada pihak ketiga atau event organiser, lebaran kali ini dipastikan bahwa kawasan Alon-alon akan dikembalikan tradisi keramaiannya seperti yang selama ini dilakukan. Atau akan dikembalikan peruntukannya untuk pasar malam dan pesta rakyat orisinil seperti yang telah menjadi tradisi sejak lama.

Masukan dan kritikan terhadap konsep baru pasar malam Grebeg Suro kemarin yang begitu kencang, seperti pemberian pagar kawasan alon-alon dan peniadaan sarana mainan anak dan keluarga, tampaknya cukup menjadi perhatian kebijakan bupati H. Ipong Muchlissoni, untuk mengembalikan keramaian Alon-alon sebagaimana yang sudah sudah sudah.

“Soal Alon-alon, pada even lebaran ini kita putuskan akan kembali seperti tradisi lama. Akan ada lagi pasar malam dan sarana mainan anak seperti tong setan, ayunan dan lain-lain itu,” tegas bupati, usai gelar buka puasa bersama wartawan, Rabu (14/06).

“Namun demikian, saya meminta kepada dinas pengelola terkait, agar komposisi pengisi stand atau lokasi Alon-alon dibuat 60-40 persen. Dimana yang 60 persen itu diperuntukkan untuk pengusaha atau UMKM lokal asli Ponorogo. Baru yang 40 persen itu kita buka untuk para pengusaha luar daerah,” terang bupati.

Saat ini, pantauan lapangan Kominfo, sudah mulai berdatangan beberapa pengusaha bersama sarana jualan atau alat mainan anak di lokasi Alon-alon. Pendaftaran sewa stand Alun-alun pun juga sudah dibuka sejak beberapa hari lalu oleh pihak pemkab atau dalam hal ini Dinas Indagkop dan dinas terkait lainnya. (Kominfo)

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top