Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Bupati Ponorogo Bakal Naikkan Bansos untuk Anak Panti Asuhan

Bupati Ponorogo Bakal Naikkan Bansos untuk Anak Panti Asuhan

By on January 29, 2019 0 98 Views

BUPATI Ponorogo Ipong Muchlissoni menaruh perhatian yang tinggi terhadap kemajuan anak-anak panti asuhan di Ponorogo. Terbukti, ia akan menambah jumlah dana bantuan sosial yang akan disalurkan kepada anak-anak panti asuhan di Ponorogo. 

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat memberikan sambutan usai Pelantikan pengurus baru Forum Daerah Panti Asuhan Anak (PSAA) dan Lembaga Kesejahtaraan Sosial Anak (LKSA) Ponorogo di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Selasa (29/1/2019).

Hal ini diutarakannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Forum Daerah Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Ponorogo periode 2018-2023 di Pendopo Kabupaten ponorogo, Selasa (29/1/2019). Bantuan sosial ini berupa pemberian uang makan sebesar Rp 9 ribu per hari untuk setiap anak dalam panti asuhan-panti asuhan di Ponorogo.

“Kalau tahun 2016 bansos ini kita berikan selama tiga bulan, maka pada 2017 kita tingkatkan menjadi enam bulan. Lalu naik lagi di 2018 menjadi sembilan bulan. Dan di 2019 ini yang sudah disetujui adalah pemberian jatah uang makan selama sembilan bulan juga, tapi saya akan tambahkan menjadi 12 bulan,” ungkap Bupati Ipong.

Bupati Ipong menyebutkan, saat ini jumlah bansos bantuan makan ini mencapai sekitar Rp 4,3 miliar yang diterima oleh 1.683 anak panti asuhan. “Kalau diberikan selama setahun saya kira nambahnya tidak banyak, mungkin jadi sekitar Rp 5,4 miliar. Dana di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) dengan silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) yang ada saya yakin jumlah segitu relatif kecil. Kalau pun tidak bisa, ya kita masukkan di KUA PPAS 2020 nanti ya,” ujarnya.

Ketua Forum Wilayah PSAA Jawa Timur Miftakhul Henan mengatakan, pemberian bantuan sosial berupa uang makan kepada anak panti asuhan ini pantas mendapat acungan jempol dari semua pihak. Sebab, bagi sebuah kabupaten yang tidak terlalu besar, Ponorogo dinilai mampu memberikan bantuan yang melebihi bantuan dari pemerintah pusat.

“Pemkab Ponorogo bisa menganggarkan bansos uang makan satu hari Rp 9 ribu tiap anak itu patut diapresiasi. Ini sudah mengalahkan jatah dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Miftakh menambahkan, meski ada bantuan dari pemerintah, para pengasuh PSAA dan LKSA harus terus berupaya agar menjadi lembaga yang mandiri dan berdaya. Dari 2.183 panti asuhan di Jawa Timur, 38 di antarnya berada di Ponorogo. Dan, seluruhnya terus berinovasi untuk menjadi lembaga yang mandiri. Seluruhnya juga sudah terakreditasi. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *