Capil Karang Gebang Tak Aus oleh Zaman

Capil Karang Gebang Tak Aus oleh Zaman

Capil Karang Gebang Tak Aus oleh Zaman

Comments Off on Capil Karang Gebang Tak Aus oleh Zaman

Pengrajin Capil di Karang Gebang Kec.Jetis

Jetis – Capil adalah topi kerucut yang berbahan dari anyaman bambu. Sehingga capil, selain mampu melindungi kepala dari panas matahari juga dari gerimis. Maka capil krudhung, begitu kata lain dari capil kerucut ini. Bahkan ada yang menamakan Caping gunung.

Karang Gebang sebuah Desa yang berada di Kecamatan Jetis merupakan Desa sebagai sentral kerajinan bambu merupakan penghasil capil ini. Capil yang di produksi dari Karamg Gebang menurut Jemiyah ada dua jenis, yaitu capil pencu dan capil krudung ini.

Sedangkan dirinya setia dalam produksi capil ini sudah puluhan tahun. “Sudah lupa, Mas, mulai kapan tapi jelasnya lebih dari 15 tahun”, ujarnya.

Dulu, menurutnya pengrajin capil harus memproses pekerjaan semua sendiri. Bambu yang dibeli dari petani harus dipotong dibelah sendiri. Sehingga pekerjaan membuat kerajinan capil menjadi lebih lama.

“Kini kita bisa beli bambu irat. Bambu irat¬† pertali harganya 3000 rupiah. Setiap 10 ikat bambu irat mampu menjadi 20 capil tanpa bunderan (tempat memasukkan kepala berbentuk lingkaran diameter antara 7 cm.-red)”, ujar Jemiyah.

Sedangkan bunderan tersebut bisa beli dari daerah sekitar pasar Pring. Pasar pring adalah pasar krempyeng untuk menjual bambu lonjoran di tapal batas Karang Gebang dan Tegal Sari.

Topi yang telah jadi dari Jemiyah ia jual ke tengkulak di Desa tersebut dengan harga 150 ribu setiap kodi.

“Karena tenaga sudah tua, hanya dipakai samben, pokok sehari bisa mengerjakan 1 biji caping sudah baik,” terangnya.(Kominfo/Jgo)

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top