Breaking News
  • Home
  • News
  • Dapat Dukungan Ipas, Wabup Yakin Angka Kematian Ibu Turun

Dapat Dukungan Ipas, Wabup Yakin Angka Kematian Ibu Turun

By on August 31, 2018 0 608 Views

LANGKAH Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) semakin mantap karena hadirnya dukungan dari banyak pihak. Paling akhir, Pemkab Ponorogo bekerja sama dengan Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (Ipas) Indonesia yang akan mulai bergerak untuk meningkatkan kemampuan teknis tenaga medis dan kesadaran masyarakat.

Wakil Bupati Ponorogo menyatakan, kondisi angka kematian ibu di Ponorogo memang cukup tinggi. Dalam tiga tahun terakhir, angka riilnya adalah antara 15 hingga 18 orang. Bila dibanding dengan jumlah kelahiran hidup sebagai unsur dalam perhitungan AKI ini, angka ini melebihi ambang batas AKI yang sebesar 102 kematian dari 100 ribu kelahiran hidup.

“Karena itu kita menyambut baik kehadiran Yayasan Ipas ini. Mereka akan mendorong warga untuk lebih menyadari berbagai faktor yang mengakibatkan kematian ibu akibat melahirkan. Juga meningkatkan kemampuan teknis tenaga medisnya. Mungkin tidak bisa ditarget ya, tapi kita berharap AKI ini turun signifikan,” ungkap Wabup Soedjarno cukup yakin usai Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemkab Ponorogo dengan Yayasan Ipas Indonesia di Convention Hall Amaris Hotel Ponorogo, Jumat (31/8/2018).

Direktur Yayasan Ipas Indonesia Marcia Soumokil saat memberikan paparan terkait programnya di Ponorogo, usai penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemkab Ponorogo-Ipas Indonesia di Convention Hall Amaris Hotel, Jumat (31/8/2018).

Wabup Soedjarno mengatakan, bukanlah hal yang mudah untuk memberikan pengertian kepada masyarakat untuk bisa menyadari pentingnya menjaga kehamilan yang sehat. Apalagi, faktor pendukung kehamilan dan persalinan yang baik bukan melulu soal kesiagaan tenaga medis dan alat-alatnya.

“Bisa jadi karena memang sudah mengidap sakit yang berisiko kalau hamil dan melahirkan tai tidak disadari. Nah Ipas ini akan mendukung penyadaran hal itu,” imbuh Wabup Soedjarno.

Direktur Yayasan Ipas Indonesia Marcia Soumokil mengatakan, pihaknya memilih Ponorogo dipilih sebagai wilayah untuk disasar dalam berbagai kegiatannya karena selama beberapa waktu terakhir wilayah ini masuk 10 besar kabupaten dengan AKI tertinggi di Jawa Timur.

“Untuk itu, kami merangkul kabupaten Ponorogo untuk melaksanakan program yang fokus pada penurunan angka kematian ibu dan anak melalui peningkatan pelaksanaan kesehatan reproduksi,” ungkap Marcia.

Direktur Yayasan Ipas Indonesia Marcia Soumokil, Wabup Ponorogo Soedjarno dan Plh Kadinkes Ponorogo Harjono berfoto bersama para hadiri acara penandatanganan Kesepakatan Bersama di Convention Hall Amaris Hotel Ponorogo, Jumat (31/8/2018).

 

Di Kabupaten Ponorogo, ada sejumlah indikator kesehatan masyarakat yang angkanya termasuk ‘buruk’. Di antaranya adalah tingginya angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) serta angka kehamilan yag tidak diinginkan (KTD). KTD merupakan faktor yang memberi kontribusi tinggi dalam mengakibatkan AKI dan AKB.

Marcia menyebut, ada setidaknya dua hal yang dilakukan Yayasan Ipas Indonesia di Ponorogo, yaitu meningkatkan kompetensi tenaga medis dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya merencanakan kehamilan sampai menjaga kesehatan reproduksi.

Kerja sama dimulai pada 31 Agustus 2018 dan berakhir pada Maret 2020. Untuk tahap awal,di Ponorogo akan dilakukan di dua Puskesmas yaitu di Kecamatan Kauman dan Kecamatan Bungkal. Selain di Ponorogo, Yayasan Ipas juga melakukan hal yang sama di Kabupaten Klaten dan Kota Yogyakarta. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *