Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Dari Jagongan Pers II HPN 2019 di Ponorogo Kepala Daerah se Eks-Karesidenan Harus Siap Kolaborasi

Dari Jagongan Pers II HPN 2019 di Ponorogo Kepala Daerah se Eks-Karesidenan Harus Siap Kolaborasi

By on February 18, 2019 0 112 Views

KOLABORASI alias kerja sama antardaerah menjadi salah satu hal yang mengemuka dalam seminar-talkshow yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Senin (18/2/2019). Hal ini karena kegiatan bertajuk Jagongan Pers jilid II ini membahas potensi pariwisata yang menjadi salah satu industri yang bisa digarap serius di wilayah eks-Karesidenan Madiun.

Jagongan Pers jilid II ini mengambil tema “Bertanya : Posisi Pers dan Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Potensi Wisata Daerah”. Jagongan Pers II menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari hampir seluruh wilayah di eks-Karesidenan Madiun.

Sebagai pembicara utama adalah Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Rektor UMPO Sulton, Staf Ahli Bupati Pacitan Andi Faliandra dan Pemimpin Redaksi Radar Madiun Ockta Prana Laga Wira. Hadir pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Madiun Sawung Rehtomo mewakili Bupati Madiun.

Foto Bersama Bupati Ponorogo, Narasumber, Dinas-dinas Terkait serta pengurus PWI Kabupaten Ponorogo

Dalam uraiannya, Bupati Ipong menyatakan dunia pariwisata di Ponorogo dan sekitarnya adalah sektor yang sangat mungkin digarap dengan baik. Ini mengingat wilayah Ponorogo dan sekitarnya tidak cukup mendukung untuk industri manufaktur. Apalagi, lebih dari 70 persen kehidupan dan penghidupan di Ponorogo dan sekitarnya berasal dari pertanian.

Dalam kenyataannya, ada banyak kendala dalam menggarap sektor ini. Ada berbagai kendala mulai dari aksesibilitas, kelengkapan sarana prasarana hingga persoalan-persoalan lain yang terus dicari pemecahannya. Padahal, potensi wisata Ponorogo di berbagai bidang menurutnya sangat luar biasa.

“Dan yang perlu dilakukan adalah adanya kolaborasi antar pemerintah daerah. Ya mungkin kita harus duduk bareng, ngopi bareng untuk merumuskan persoalan-persoalan dihadapi dan harus dipecahkan bersama,” ungkapnya sambil menyatakan selama tiga tahun ia menjabat belum pernah ada pertemuan yang dimaksud.

Hal yang sama diutarakan Staf Ahli Bupati Pacitan Andi Faliandra. Potensi wisata Pacitan yang sangat beragam memang tidak bisa diurusi oleh Pacitan sendiri. Bekerja sama dengan kolega di sekitar, seperti Pawonsari (Pacitan, Wonogiri, Wonosari) dalam promosi wisata adalah hal yang tidak terelakkan. Sehingga pihaknya menyambut positif hadirnya forum yang bisa mengkolaborasi wilayah dari Ngawi hingga Pacitan.

Rektor UMPO Sulton menambahkan, pihaknya siap untuk menjadi fasilitator untuk ‘mendudukkan’ para kepala daerah di eks-Karesidenan Madiun untuk membahas berbagai hal. Termasuk perkembangan pariwisata di daerah.

“Sebab memang saat ini eranya adalah era kolaborasi sehingga kolaborasi antar kepala daerah sangat diperlukan,” ungkapnya.

Ketua PWI Ponorogo Hadi Sanyoto mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai kerja bareng PWI Ponorogo dan UMPO dalam rangka peringatan HPN 2019. Tema pengembangan wisata dipilih karena selama beberapa waktu terakhir pemda-pemda di eks-Karesidenan Madiun cukup agresif menggenjot wisata. Baik destinasi wisata yang sudah cukup mapan maupun destinasi-destinasi rintisan bahkan desa-desa wisata.

“Namun kita masih melihat pemda di sekitar (eks Karesidenan Madiun) itu masih berjalan sendiri-sendiri. Padahal ketika ada kerja sama akan ada efek yang lebih besar. Ternyata, apa yang menjadi kendala hampir semuanya terungkap dalam Jagongan Pers II kali ini,” pungkasnya.

Sejumlah pemangku kepentingan di Ponorogo dan sekitarnya seperti dari Polres Ponorogo, Kodim Ponorogo, dinas-dinas terkait, para pengusaha media lokal Ponorogo, pelaku bisnis pariwisata, para anggota grup media sosial Ponorogo dan sekitarnya serta lebih dari 300 mahasiswa mengikuti kegiatan ini. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *