Breaking News
  • Home
  • News
  • Demam Berdarah, Ponkesdes Desa Singosaren Himbau Warga Untuk Melakukan Kebersihan Lingkungan

Demam Berdarah, Ponkesdes Desa Singosaren Himbau Warga Untuk Melakukan Kebersihan Lingkungan

By on March 14, 2018 0 14 Views

Musim hujan rentan akan berbagai macam penyakit yang menyerang manusia, terutama penyakit demam berdarah. Kali ini demam berdarah mewabah di Desa Singosaren, Kecamatan Jenangan, Rabu (14/3).

Edi Prioso selaku Ketua Rt : 01 Rw : 01 Lingkungan Krajan Singosaren mengungkapkan, “untuk daerah Krajan sendiri selama satu bulan terakhir ini ada 3 warga yang terjangkit demam berdarah dan 1 meninggal dunia”.

Selama kejadian tersebut Edy Prioso mengintruksikan kepada warganya untuk bersih – bersih lingkungan sekitar rumah.

Sedangkan menurut petugas Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Yeni Rosidah mengungkapkan, “kami sudah melakukan penanganan dengan cara kerja bakti bersih-bersih dan pemberian abate kepada warga, sedangkan untuk fogging itu sendiri melalui proses penyelidikan epidemiologi terlebih dahulu jika ditemukan banyak jentik nyamuk yang positif demam berdarah, dan setelah kami melakukan penyelidikan di lapangan ditemukan banyak jentik nyamuk yang negatif di bandingkan positif”, ujarnya

dr.Yayuk Dwi Wahyuni Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kab.Ponorogo

Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo melalui dr.Yayuk Dwi Wahyuni, selaku Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)  mengungkapkan, “untuk penyakit demam berdarah itu virusnya yang membawa nyamuk, bila lingkungan kita bersih kenapa kita takut. Sedangkan Dinas Kesehatan sendiri sudah melakukan penyuluhan setiap hari setiap bulan kepada masyarakat, bukan cuman musim penghujan saja kami melakukan penyuluhan gerakan bersih lingkungan tersebut”, ujarnya.

dr Yayuk Dwi Wahyuni, juga mengungkapkan “untuk penyakit demam berdarah di wilayah Kabupaten Ponorogo sendiri menurun mulai tahun 2016 ada 800an kasus sedangkan tahun 2017 ada 220an kasus dan semoga ditahun 2018 ini bisa menurun lagi dari tahun sebelumnya. Untuk penurunan ini tidak lepas dari upaya kami dalam melalukan penyuluhan dan perkaderan kader pemantauan jentik (Petik) ditiap-tiap Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)”,imbuhnya. (kominfo/fdl)

  News