Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Desa Disarankan Bijak Pilih Konstruksi Yang Didanai Anggaran Desa

Desa Disarankan Bijak Pilih Konstruksi Yang Didanai Anggaran Desa

By on July 9, 2018 0 332 Views

KONSTRUKSI  jalan yang dipilih desa untuk penambahan infrastruktur di wilayahnya harus benar-benar melalui banyak pertimbangan. Ini agar jalan yang dibangun dengan anggaran desa bisa awet dan memberikan nilai tambah bagi warganya.

Sejumlah pekerja saat melakukan pemeliharaan jalan di salahs atu ruas jalan di Ponorogo (dok kominfo)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ponorogo Jamus Kunto mengatakan, pihak desa memiliki banyak pilihan ketika akan membangun jalan yang melintasi desanya, terutama jalan poros desa. Di antaranya dengan model rigid atau beton cor dan model pengaspalan.

“Kami sarankan untuk bijak memilih konstruksi. Salah satunya dengan mempertimbangkan beban jalan, yaitu kepadatannya,” ungkap Jamus Kunto kepada ponorogo.go.id, Senin (9/7/2018).

Dikatakannya, kalau lalu lintasnya tidak terlalu padat, maka pemerintah desa bisa memilih jalan aspal. Dengan begitu bisa didapat jalan yang lebih panjang. “Kalau pakai beton cor, biayanya dua kali lipat lebih mahal sehingga dapatnya lebih pendek,” ujarnya.

Selain itu, agar jalan juga awet, maka selain jalan, drainase juga harus disediakan atua dibangun dengan baik. Sebab, bila tidak tersedia drainase yang baik, jalan sebagus apapun pasti akan cepat rusak. “Musuh utama jalan itu kan air. Aspal jagi mudah pecah dan mengelupas,” ungkapnya.

Dari manapun sumber dananya, baik dana desa, dana APBD maupun alokasi Rp300 juta per desa per tahun, infrastruktur jalan harus memenuhi kelengkapan dan ketentuan. Yaitu ada drainase dan tonase kendaraan yang lewat harus sesuai dengan kemampuan jalan.

Ia mencontohkan di Desa Ringinputih yang saat ini sedang dibangun jalan rigid atau beton cor. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut akan terus dilakukan namun ia akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membangun pula drainase.

“Sebab itu (penumpukan air) adalah masalah klasik jalan. Sebagus apapun ya pasti rusak jalannya kalau ada air. Warga juga harus aktif melapor ke pihak terkait kalau kendaraan yang melintas terlalu berat,” pungkasnya. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *