Breaking News
  • Home
  • News
  • Dinkes Himbau Warga Intensifkan PSN untuk Cegah DB

Dinkes Himbau Warga Intensifkan PSN untuk Cegah DB

By on August 6, 2018 0 159 Views

PSN atau pemberantasan sarang nyamuk harus kembali dilaksanakan secara intensif. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah yang ditularkan oleh nyamuk aides aegepty yang senang hidup di genangan air sekitar rumah pada musim kemarau kali ini.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Ponorogo Yayuk Dwiwahyuni mengatakan, pihaknya terus menghimbau masyarakat agar meningkatkan kegiatan PSN. Mulai dari menguras baik mandi, menutup tempat air dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi genangan air. Gerakan ini disebut 3M, menguras, menutup dan mengubur.

“PSN atau pemberantasan sarang nyamuk harus digiatkan. Di sejumlah tempat sudah diketahui ada penderita demam berdarah. Tentunya pencegahan adalah langkah terbaik sebelum penyakit menyebar,” ujarnya, Senin (6/8/2018). Warga harus teliti memperhatikan jentik-jentik yang ada di sekitar, misalnya di selokan, ember atau bahkan di tempat minum burung peliharaan.

Dikatakannya, saat ini telah ditemui sejumlah warga yang terjangkit demam berdarah. Di antaranya adalah di Desa Lembah, Kecamatan Babadan. Penderita sudah ditangani dengan perawatan di RSUD dr Hardjono. Di kawasan tersebut, pihaknya akhirnya melakukan fogging atau penyemprotan untuk memberantas nyamuk yang ada. Hal ini agar tidak terjadi penularan demam berdarah lebih luas lagi.

“Fogging bukan satu-satunya cara. Bahkan fogging adalah pilihan terakhir untuk penanganan penularan demam berdarah. Yang terbaik adalah pencegahan dengan PSN itu tadi,” ujar Yayuk.

Fogging di Desa Lembah telah dilakukan dua kali. Pertama dilakukan akhir Juli lalu. Fogging kedua dilaksanakan Senin (6/8/2018) pagi. “Ini namanya fogging untuk memutus siklus hidup nyamuk sehingga tidak ada lagi nyamuk yang hidup. Setelah itu, kita himbau warga lebih memperhatikan kebersihan lingkungannya,” pungkas Yayuk. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *