Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Diperebutkan 140 Peserta Lelang, Pasar Legi Laku Rp 759 Juta

Diperebutkan 140 Peserta Lelang, Pasar Legi Laku Rp 759 Juta

By on January 30, 2019 0 1490 Views

BANGUNAN Pasar Legi yang ngangkrak setelah ditinggal para pedagang akibat rusak terbakar, Rabu (30/1/2019) mendapatkan ‘tuan’nya. Bangunan yang separuhnya kini telah rapuh terjual ke peserta lelang terbuka dengan nilai Rp 759 juta.

Nilai ini hanya Rp 7,2 juta di atas harga bangunan Pasar Legi yang dalam appraisal atau perhitungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) mencapai Rp 751,8 juta. Pada gedung Pasar Legi ada empat bagian yang akan ‘dijual’. Yaitu bangunan Pasar Legi Utara (Songgolangit), bangunan rumah genset dan bangunan rumah pompa air.

Acara pembukaan lelang terbuka Barang Milik Daerah oleh Kepala BPKAD Bambang Tri Wahono di gedung Sasana Praja, Rabu (30/1/2019).

Ketiga bangunan luasnya 8.652 meter persegi dan usai lelang akan dibongkar. Nilai ketiganya adalah Rp 669.600.000,-. Sementara satu bagian lainnya adalah genset atau generator set alias pembangkit listrik merek FG Wilson Perkins 60 KVA (silent). Genset ini nilainya Rp 82.200.000,-. Totalnya Rp 751,8 juta.

“Tapi saya agak heran. Tadi ada 140-an peserta lelang. Datangnya dari berbagai kota. Ada Surabaya, Semarang, Solo dan lainnya. Tampak antusias, ternyata, nilai terakhir Rp 759 juta. Sebenarnya kita inginnya lebih dari itu ,” ujar Kepala BPKAD Ponorogo Bambang Tri Wahono usai lelang terbuka Barang Milik Daerah di Gedung Sasana Praja, Rabu (30/1/2019).

Lelang sendiri berlangsung sangat cepat. Dibuka dengan nilai Rp 752 juta, lelang oleh petugas dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun berlangsung tidak lebih dari dua menit.

Pemenangnya adalah peserta lelang bernama Andika Adi Perkasa, asal Solo. Andika menyatakan akan segera merobohkan bangunan yang sekarang menjadi miliknya.

Andika Adi Perkasa, warga asal Solo yang memenangkan lelang gedung Pasar Legi saat menyelesaikan administrasi usai memenangkan lelang.

Bambang menambahkan, untuk pembongkaran diharapkan selesai seluruhnya pada Februari. Pemkab Ponorogo ingin lahan Pasar Legi rata dengan tanah. Sebab pada Maret pembangunan gedung baru siap dimulai.

“Sekarang ini desain gedung sudah selesai, DED (Detailed Engineering Design) sudah ada dan sebentar lagi lelang di pusat sudah siap. Dana untuk pembangunannya Rp 244 milir semua dari APBN,” urainya.

Terkait material bekas bongkar, Bambang menyatakan pihak Pemkab Ponorogo siap memfasilitasi. Artinya, kata Bambang, banyak tempat yang bisa dijadikan lokasi pembuangan bongkaran bangunan Pasar Legi.

“Bukan berarti kita yang melakukan pekerjaan itu. Tapi lahan-lahan milik Pemkab bisa dijadikan tempat menampung bongkaran karena memang butuh diratakan. Misalnya lahan calon Mapolres itu bisa dikasih bongkaran,” kata Bambang. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *