Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Dirjen PKP : Panenan Petani Harus Dinikmati Petani

Dirjen PKP : Panenan Petani Harus Dinikmati Petani

By on April 3, 2018 0 38 Views

Dirjen PKP Kemendes PDT dan Transmigrasi RI Profesor Ahmad Erani Yustika saat memberikan penjelasan pentingnya pengelolaan bersama antardesa hasil pertanian di Indonesia sebelum meresmikan RMU BUMDes Bersama Anugrah di Desa Ngabar, Selasa (3/4/2018).

PANENAN petani harus dinikmati petani. Dan, BUMDes Bersama Tiga Desa di Kecamatan Siman, Ponorogo pun mendapat bantuan berupa bangunan lengkap dengan rice mill unit (RMU) alias mesin penggilingan pagi dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

Ketiga desa tersebut adalah Desa Ngabar, Desa Siman dan Desa Tranjang dengan BUMDes Bersama ‘Anugrah’ sebagai wadahnya. Lokasi penggilingan bantuan pemerintah tersebut berada di persawahan Desa Ngabar dengan pemanfaatan oleh petani di ketiga desa. Nilai total bantuan itu mencapai hampir Rp1 miliar. Mesin gilingnya memiliki kapasitas sebesar 1 ton gabah per jam.

“Panenan harus bisa dinikmati oleh petani sendiri. Dengan adanya mesin yang dikelola oleh petani sendiri seperti ini, maka nilai tambah itu bisa dinikmati oleh petani. Petani tidak hanya menanam padi tapi yang mengolah menjadi beras dan seterusnya bukan mereka,” ungkap Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Profesor Ahmad Erani Yustika, usai meresmikan Bangunan dan RMU BUMDes Anugrah di Desa Ngabar, Selasa (3/4/2018).

Dirjen PKP Kemendes PDT dan Transmigrasi RI Profesor Ahmad Erani Yustika bersama Wabup Ponorogo Sudjarno saat menyalakan mesin RMU BUMDes Bersama Anugrah di Desa Ngabar, Selasa (3/4/2018).

Dikatakannya, pemberian bantuan RMU merupakan upaya untuk meningkatkan skala ekonomi dari produk petani kawasan perdesaan. Namun, dengan kapasitas RMU yang cukup besar dengan investasi yang cukup mahal, maka bantuan ini diberikan kepada tiga desa yang ada. Hal ini agar investasi yang ada menjadi efisien.

“Investasi di industri hilir pertanian memerlukan biaya yang tinggi maka harus efisien,” ujar pria kelahiran Ponorogo tahun 1973 ini.

Dirjen PKP Kemendes PDT dan Transmigrasi RI Profesor Ahmad Erani Yustika bersama Wabup Ponorogo Sudjarno menandatangani prasasti RMU BUMDes Bersama Anugrah di lokasi RMU di persawahan DEsa Ngabar, Selasa (3/4/2018).

Wakil Bupati Ponorogo Sudjarno, usai peresmian bangunan dan RMU BUMDes Bersama Anugrah mengaku sangat mengapresiasi langkah pemerintah pusat. Ia berharap, bantuan yang ada bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani. Caranya dengan terus meningkatkan produktifitasnya.

“Kalau bisa memanfaatkan dengan baik, maka model pengelolaan seperti ini bisa jadi percontohan untuk desa-desa lain. Bisa jadi ada bantua lagi dari pemerintah pusat,” kata Wabup Sudjarno. (kominfo/dist)