Breaking News
  • Home
  • News
  • Dishub Jaring Enam Bus AKDP Tanpa Surat

Dishub Jaring Enam Bus AKDP Tanpa Surat

By on May 23, 2018 0 491 Views

Petugas dari Dishub Kabupaten Ponorogo dan petugas Satlantas Polres Ponorogo saat memeriksa surat sejumlah kendaraan umum di Terminal Seloaji Ponorogo.

KESELAMATAN dan keamanan penumpang angkutan umum menjadi salah satu perhatian Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo. Karena itu korps ini intensif memeriksa armada transportasi massal yang beroperasi di lingkungannya. Hasilnya, enam bus dilarang beroperasi dan harus ‘dikandangkan’ sampai ada tindakan dari Dishub Jawa Timur.

Kabid Angkutan Dishub Ponorogo Guridno Hesti Wibowo mengatakan, keenam bus adalah armada AKDP atau antar kota dalam provinsi. Ada beberapa pelanggaran sehingga bus-bus tersebut harus dikandangkan. Di antaranya adalah surat tanda nomor kendaraan atau STNK-nya ‘mati pajak’, surat dengan keterangan dimensi ukuran yang beda dengan kenyataan sampai penggunaan surat dari kendaraan lain untuk kendaraan yang dioperasikan. Ada pula yang kartu pengawasan atau KPS-nya sudah kadaluwarsa.

“Berbahaya bagi penumpang ya. Keenam armada ini tanpa kelengkapan yang sesuai. Bila terjadi sesuatu, misal kecelakaan, klaim asuransi akan sulit karena berkasnya tidak sesuai. Karena itu kita minta mereka tidak mengoperasikan armadanya dulu. Biar kembali ke poolnya masing-masing,” terang Guridno, Rabu (23/5/2018) usai melaksanakan pemeriksaan surat dna kondisi kendaraan di Terminal Seloaji Ponorogo.

Pihak Dishub Ponorogo akan melaporkan hasil penjaringannya ini ke Dishub Jatim. “Itu wewenang provinsi karena semuanya AKDP. Dishub Provinsi yang nantinya akan memberi tindakan berupa sanksi. Yang penting suratnya sudah kita tahan dan segera kita kirim ke Dishub Jatim,” kata Guridno.

Kabid Angkutan Guridno (kiri) usai pemeriksaan surat kendaraan dan kelaikan kendaraan di Terminal Seloaji Ponorogo, Rabu (23/5/2018).

Selain memeriksa kelengkapan surat, Dishub juga menemukan sejumlah armada tidak laik jalan seperti ban vulkanisir dan perlampuan yang tidak menyala.

Beberapa pengemudi angkutan perdesaan juga tidak lepas dari pemantauan. Kondisi armada angkutan perdesaan masih lumayan baik, namun ditemukan banyak pengemudi yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) umum. Artinya mereka belum layak mengemudi angkutan dengan penumpang umum.

“Ada yang bilang sedang proses (untuk jadin SIM Umun), jadi kita peringatkan saja dan dibina oleh pihak Polres Ponorogo,” kata Guridno.

Pemeriksaan surat kelengkapan kendaraan dan pengemudi ini rutin dilakukan dan akan diintensifkan pada jelang musim mudik dan balik tahun ini.

“Tentu saja agar angkutan dari dan ke Ponorogo kondisinya baik. Semua demi keselamatan, kenyamanan dan keamanan penumpang. Terutama di musim lebaran tahun 2018 ini,” pungkas Guridno. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *