Breaking News
  • Home
  • News
  • Distan Ponorogo Dapat Tambahan Pupuk Bersubsidi 5 Ribu Ton

Distan Ponorogo Dapat Tambahan Pupuk Bersubsidi 5 Ribu Ton

By on December 17, 2018 0 3220 Views

PETANI di Ponorogo tak perlu khawatir soal keberadaan pupuk kimia bersubsidi. Pada akhir tahun ini, Ponorogo mendapat tambahan alokasi pupuk sebesar 5 ribu ton. Pupuk ini diharapkan bisa mendorong produksi pada musim tanam yang akan berlangsung pada akhir Desember 2018 ini.


Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Harmanto

Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Harmanto mengatakan, pada pertengahan pekan lalu ia mendapatkan surat balasan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur atas pengaduannya bulan lalu. Saat itu, Distan Ponorogo menyatakan, terdapat kekurangan hingga 6.650 ton pupuk kimia untuk mendukung musim tanam labuhan atau waktu tanam di awal musim hujan.

“Kita dapat tambahan pupuk sebesar 5 ribu ton. Saya belum baca rinciannya. Tapi ya cukuplah untuk membantu petani bersiap menghadapi musim tanam labuhan beberapa hari ini. Petani tidak perlu khawatir” ungkap Harmanto, Senin (17/12/2018).

Kemungkinan, pupuk tambahan ini didapatkan dari realokasi pupuk dari daerah-daerah lain yang dikurangi dan digeser ke Ponorogo. Harmanto menyatakan tidak mendapat konfirmasi soal daerah yang dikurangi, yang jelas saat ini petani di Ponorogo akan bisa mendapatkan pupuk untuk tanam.

“Nah, di 2019 kan sudah RDKK baru, maka pupuknya juga sudah ada. Jadi langsung saja dilanjutkan dengan pupuk dari 2019 itu. Untuk akhir tahun tidak perlu khawatir, untuk awal tahun sudah ada di RDKK. Petani bisa tenang lah,” ujarnya.

Pada usulan permohonan pupuk, Harmanto menyatalan ada kekurangan untuk jenis urea sebanyak 350 ton, untuk ZA 300 ton, jenis SP36 1.000 ton dan NPK atau phonska 5.000 ton. Totalnya 6.650 ton. Jumlah ini kurang dari 20 persen dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) pada tahun 2018 ini.

Harmanto menyatakan, untuk urea sudah tersalur sekitar 70 persen dari RDKK 2018 atau sekitar 1.170 ton, untuk ZA sudah tersalur 76 persen atau 4.347 ton, untuk SP36 sudah tersalur 82 persen atau sekitar 5.500 ton dan untuk NPK sudah tersalur sekitar 90 persen dari RDKK atau 50 ribu ton.

“Dengan adanya tambahan, tentu saja kekurangan itu tertutupi,” ujarnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *