Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Dukcapil Usulkan Alat Baru untuk Optimalkan Layanan Adminduk

Dukcapil Usulkan Alat Baru untuk Optimalkan Layanan Adminduk

By on March 14, 2018 0 110 Views

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Ponorogo akan mengusulkan pengadaan alat baru serupa 10 set perlengkapan penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik alis KTP-el. Rencana ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) sebab alat yang saat ini ada sudah banyak yang rusak.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ponorogo Vifson Suisno mengatakan, usul ini akan disampaikan pada Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang merupakan bagian dari musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) Kabupaten Ponorogo  untuk pelaksanaan pembangunan 2019 mendatang.

“Kita akan usulkan kepada Bupati berupa (pengadaan) 10 set alat lengkap dari biometric, alat perekam sidik jari, jaringan dan sebagainya. Setiap set plus pajak (harganya) sekitar Rp130 juta. Nantinya akan didistribusikan ke UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) di kecamatan-kecamatan agar pelayanan adminduk kita bisa optimal,” ungkap Vifson di kantornya, Rabu (14/3/2018).

Dijelaskannya, pengadaan ini menyusul kondisi peralatan penerbitan berkas adminduk, terutama KTP-el yang sering juga disebut e-KTP yang sudah banyak yang rusak. Kerusakan terbesar disebabkan oleh pemakaian selama sekitar enam tahun terakhir. Di kecamatan-kecamatan, kerusakan tidak terjadi pada satu set lengkapnya, namun hanya beberapa bagian. Namun hal ini bisa menganggu kinerja dan pelayanan yang ada.

“Alat-alat yang di UPTD kecamatan sudah masuk kadaluwarsa mungkin. Tapi kita terus dorong agar staf kita bisa memaksimalkan seluruh kemampuan yang ada menyesuaikan kondisi yang ada,” ujarnya.

Saat ini, di kantor Dinas Dukcapil terdapat dua printer KTP, satu cadangan, satu untuk keliling dan satu rusak. Printer yang ada dimaksimalkan untuk melayani pemuatan atau penggantian KTP-el dengan pembatasan sekitar 150 lembar perhari tiap printer atau ada pelayanan terhadap 300 orang tiap hari. Kadang, jumlah ini didorong sampai ke 400 orang per harinya.

“Kalau untuk yang KK di kecamatan saja sudah bisa. Nah untuk yang KTP-el memang harus di kantor sini,” ulasnya.

Di Ponorogo, jumlah penduduknya hingga 14 Maret 2018 adalah 94.191 orang, yang wajib KTP-el 754.070 orang, yang sudah melakukan perekaman KTP-el 727,840 orang atau 96,52 persen dari wajib KTP-el. Penduduk yang belum melakukan rekaman KTP-el 26.230 orang.

“Inilah (yang belum ber-KTP-el) yang kita garap seoptimal mungkin. Dengan alat baru, rencananya kami akan jemput bola. Sekarang ini, kami baru bisa mobiling dengan satu alat dan baru bisa mendatangi sekolah dan kampus. Sesuatu yang ternyata mendapat respons positif dari warga dan pemilik KTP pemula,” kata Vifson.

Warga yang belum melakukan rekaman, imbuh Vifson, sebagian besar karena sulit untuk mengurus KTP-el karena sudah berusia lanjut, sakit menahun atau berada di luar Ponorogo. (kominfo/dist)

Staf Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ponorogo berupaya memaksimalkan peralatan yang ada untuk mengoptimalkan pelayanan adminduk, terutama KTP-el. (foto:kominfo/dist)

Staf Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ponorogo berupaya memaksimalkan peralatan yang ada untuk mengoptimalkan pelayanan adminduk, terutama KTP-el. (foto:kominfo/dist)