Breaking News

Fasum Bendo Rejo Segera Dibangun

By on April 2, 2018 0 232 Views

FASILITAS umum untuk Dusun Bendo Rejo, nama baru permukiman warga terdampak Proyek Waduk Bendo, dipastikan dibangun tahun 2018 ini. Anggarannya telah masuk ke APBD 2018 dan tinggal menunggu proses pengadaannya saja.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Ponorogo Retno Wulandari mengatakan, fasum yang akan dibangun untuk warga meliputi empat hal. Yaitu mushola, tempat pertemuan, bangunan PAUD dan fasilitas kesehatan.

“Kenapa baru tahun ini? Ya karena baru masuk di anggaran tahun ini sehingga saat ini kita dalam proses pengadaan,” ungkap Retno Wulandari, Senin (2/4/2018).

Warga terdampak proyek pembangunan Waduk Bendo di kawasan Bendo Rejo akan segera menikmati fasilitas umum yang akan dibangun pada tahun ini.

Disebutkannya, selama ini pihaknya memang masih berkonsentrasi pada pembangunan rumah hunian untuk 89 warga terdampak. Rumah-rumah tersebut berukuran 49 meter persegi yang berdiri di atas tanah seluas 200 meter persegi.

“Kalau sekarang rumahnya sudah jadi, maka fasumnya segera dibangun. Kalau perumahan sudah berdiri maka lokasi fasum-fasum tersebut menyesuaikan,” ujar Retno.

Retno menambahkan, untuk warga di 89 rumah di Bendo Rejo bisa segera melapor bila menemui kerusakan pada bagian rumah mereka. Sebab ia mendengar ada sejumlah rumah yang terdapat keretakan atau kerusakan.

“Sekarang masih masa pemeliharaan, maka kalau ada yang rusak silakan laporkan ke kami untuk tindak lanjut,” kata Retno.

Beberapa warga mengaku terdapat keretakan di rumah mereka. Yaitu ada yang di bagian lantai dan ada pula di bagian dinding bagian belakang rumah. Mereka berharap ada perbaikan untuk kerusakan yang mereka temukan tersebut.

Di kawasan Bendo Rejo yang merupakan lokasi pemindahan warga terdampak proyek pembangunan Waduk Bendo akan segera dibangun fasilitas umum dari mushola sampai gedung PAUD.

Waduk Bendo dibangun di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo. Berada di kawasan seluas 200 hektare lebih dan direncanakan mengairi irigasi untuk sawah seluas 7.800 hektare, suplai air baku, pengendali banjir hingga pembangkit listrik berkekuatan 4 MW. Warga di lokasi proyek telah dipindahkan ke lokasi lain di Desa yang sama sekitar 1-2 km sebelah selatan lokasi waduk. (kominfo/dist)