Breaking News
  • Home
  • News
  • Gorong-Gorong di Ponorogo Akan Pakai Box Culvert

Gorong-Gorong di Ponorogo Akan Pakai Box Culvert

By on July 11, 2018 0 169 Views

GENANGAN air di wilayah Ponorogo kota diprediksi tidak terkendali bila tidak diatasi dengan perbaikan drainase yang memadai. Untuk itu, Dinas Permukiman dan Kawasan Perkotaan (PKP) Kabupaten Ponorogo berencana menggunakan box culvert untuk membenahi saluran-saluran air yang ada di sejumlah jalan protokol Ponorogo.

“Daya dukung lahan semakin berkurang, genangan pasti akan semakin banyak kalau tidak diatasi. Karena itu ada rencana untuk membangun drainase di kawasan perkotaan Ponorogo dengan menggunakan box culvert,” ungkap Kepala Dinas PKP Kabupaten Ponorogo Endang Retno Wulandari, Rabu (11/7/2018).

Box culvert adalah beton betulang pracetak atau telah tercetak berbentuk segi empat dengan spigot dan soket. Dengan spigot dan soket ini memungkinkan drainase rapat dan kedap dari masuknya tanah dan tahan terhadap pergeseran tanah. Sehingga drainase lebih tahan lama, awet dan utamanya lebih besar sehingga mudah dibersihkan.

“(Drainase) Yang ada sekarang ini terlalu kecil dan akhirnya sulit juga dibersihkan. Petugas tidak bisa masuk dengan leluasa untuk melakukan perawatan,” kata Retno.

Untuk itu, pada 2018 ini pihak Dinas PKP Ponorogo sudah melakukan usulan untuk membangun drainase yang lebih baik dengan penggunaan box culvert ini. “Saat ini, melalui satker provinsi (Dinas PU, Cipta Karya) kita masih dibantu untuk membuat DED (Detailed Engineering Design), khususnya untuk kawasan sekitar Alun-Alun ini dengan box culvert, atau gorong-gorong besar,” sambung Retno sambil menyebut Jalan Raden Saleh dan Jaksa Agung sebagai lokasi tahap pertama pembangunan drainase box culvert.

Ditambahkan mantan Kepala Dinas Dukcapil Ponorogo ini, selama ini pembersihan gorong-gorong di kawasan perkotaan di Ponorogo terus dilakukan agar arus air lancar. Meski begitu, masih saja terjadi penumpukan material kotoran di dalam gorong-gorong yang dipelihara oleh dinas yang dipimpinnya. Apalagi, ada perilaku kurang baik oleh beberapa warga yang membuat gorong-gorong tidak berfungsi dengan baik.

Salah satunya adalah dengan membuang sampah sembarangan sehingga menyumbat gorong-gorong. Ada pulla yang membocorkan septink tank dan dialirkan ke gorong-gorong sehingga sedimentasi terjadi lebih cepat dan menimbulkan bau yang sangat menyengat. Padahal seharusnya septik tank yang penuh diatasi dengan cara disedot dan bukan dibocorkan ke gorong-gorong.

“Seharusnya seluruh warga turut memelihara drainase, toh ini untuk kepentingan seluruh masyarakat juga. Harus ada partisipasi warga untuk ikut mengatasi adanya genangan-genangan dengan cara ikut memelihara kebersihan gorong-gorong,” ulas Retno. Caranya dengan tidak memenuhi gorong-gorong dengan sampah dan kotoran lain yang mengakibatkan tersumbatnya gorong-gorong. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *