Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Gotong-Royong Warga Ponorogo Harus Semakin Diperkuat

Gotong-Royong Warga Ponorogo Harus Semakin Diperkuat

By on April 17, 2018 0 64 Views

SENANG bergotong-royong harus selalu dipupuk meski zaman terus bergeser dan ada kecenderungan sikap individualisme makin menonjol. Ini agar berbagai kegiatan warga bisa mencapai hasil yang lebih baik.

Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno menyatakan hal ini saat mendampingi Tim Penilai Penilaian Lapang Gotong-Royong Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Selasa (17/4/2018). Menurut Soedjarno, sikap kegotong-royongan memang terus tergerus oleh perkembangan zaman. Meski masih terasa, namun kekentalannya sudah berkurang dibanding 30 atau 40 tahun lalu.

Wabup Soedjarno saat memberikan pengarahan kepada warga Desa Purwosari sebagai nominator lomba Lapang Gotong Royong Terbaik tingkat Provinsi Jatim 2018, Selasa (17/4/2018).

“Nah di desa ternyata gotong-royong masih bisa kita rasakan kental. Dengan adanya program seperti ini (lomba gotong-royong) yang digelar pemerintah, akan mendorong masyarakat untuk kembali meningkatkan kegotong-royongan agar hasil dari gotong-royong bisa lebih memuaskan warga daripada dikerjakan sendiri-sendiri,” ungkapnya di sela penilaian.

Di Desa Purwosari, lanjut Wabup Soedjarno, ia memang melihat kegotong-royongan wagrganya sangat kental. Sehingga menurut sangat pantas kalau Desa Purwosari menjadi juara 1 tingkat kabupaten lomba gotong-royong dan harus bersaing dengan empat desa lain di Jawa Timur yang merupakan nominatornya, yaitu desa-desa di Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Pacitan.

“Harapannya, hal semacam ini bisa memotivasi dan pengingat bagi warga lainnya di Ponorogo untuk meningkatkan kegotong-royongannya. Harapan lain, ya Purwosari bisa juara 1 tingkat provinsi,” kata Soedjarno.

Ketua Tim Penilai Penilaian Lapang Gotong Royong Terbaik tingkat Provinsi Jatim 2018 Rosmiati saat memberikan sambutan di tengah acara penilaian.

Ketua Tim Penilai dari Pemprov Jatim Rosmiati mengatakan, dalam pengamatannya, Desa Purwosari memiliki potensi untuk menjadi pemenang dalam kompetisi ini. Sejumlah kegiatan yang disajikan sejak awal ia hadir di lokasi sudah mencerminkan kegotong-royongan yang sangat kuat dan khas.

“Kita lihat tadi ada upacara methil atau selamatan panen raya yang begitu kuat, guyub, melibatkan warga. Ini adalah indikasi terpeliharanya adat-istiadat. Lalu ada lagi inovasi dari pemuda yang bersatu membentuk tumpangsari tanaman bawang merah dan tanaman cabai,” ulas Rosmiati.

Upacara methil atau selamatan jelang panen raya merupakan indikasi kegotong-royongan dari sisi pelestarian adat-istiadat

Wabup Ponorogo Soedjarno dan Ketua Tim Penilai, Rosmiati, saat menyaksikan produk pertanian dan kelompok masyarakat di Balai Desa setempat saat Penilaian Lapang Gotong Royong Terbaik tingkat Provinsi Jatim 2018, Selasa (17/4/2018).

Indikasi lain sikap gotong-royong yang kuat ditunjukkan dari adanya mesin giling padi atau rice mill unit (RMU) yang pengadaannya dengan Dana Desa. “Itu artinya Dana Desa bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. (kominfo/dist)