Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Hanya di Ponorogo, Ada Warga Hibahkan Lahan Setengah Hektare ke Negara

Hanya di Ponorogo, Ada Warga Hibahkan Lahan Setengah Hektare ke Negara

By on March 20, 2018 0 228 Views

ANEH. Saat banyak pejabat negara terjerat korupsi, sekelompok warga di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo malah merelakan tanah mereka seluas 5 ribu meter persegi alias setengah hektare untuk dihibahkan kepada negara.
Hal ini diutarakan Sekda Kabupaten Ponorogo Agus Pramono setelah mendapatkan laporan dari sejumlah pejabat Muspika Ngrayun. Sekda Agus Pramono menjelaskan, tanah yang cukup luas tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan kantor baru Kecamatan Ngrayun.
“Ini menggembirakan. Sekitar tiga hari lalu Camat Ngrayun melaporkan hal itu (hibah tanah dari masyarakat). Disebutkan, keluarga dan ahli waris sudah sepakat dan ingin tanahnya dimanfaatkan jadi kantor kecamatan. Ini langsung kita respons secara positif,” ungkap Sekda Agus Pramono, Selasa (20/3/2018).
Langkah selanjutnya adalah segera memasukkan anggaran pembangunan gedung kantor kecamatan yang baru ke dalam APBD. Namun karena hibah tanah baru terjadi pada bulan Maret ini, maka anggaran tersebut diupayakan untuk masuk ke APBD perubahan. “Kita dorong masuk APBD-P. Ya lewat PAK (Perubahan Anggaran Keuangan),” tuturnya.
Rencana pembangunan kantor kecamatan baru tersebut akan segera diawali dengan pembuatan detailed engineering design atau DED di tahun 2018. DED inilah yang akan diusulkan masuk di P-APBD 2018 di Agustus mendatang. Jika rencana itu disetujui bupati dan DPRD, maka pembangunan fisik kantor kecamatan baru akan dilakukan pada 2019 mendatang.
“Kita menyambut gembira adanya sumbangan tanah dari warga. Hal ini juga sejalan dengan perluasan pelayanan di wilayah Kecamatan Ngrayun,” ulasnya.
Sementara itu gedung kantor kecamatan yang lama akan dikembangkan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas Puskesmas Ngrayun. Di antaranya untuk penambahan ruang rawat inap dan layanan kesehatan lainya.
“Kita inginnya seperti itu, karena memang di sana fasilitasnya, terutama untuk rawat inap dinilai masih kurang,” pungkas Sekda Agus Pramono. (kominfo/dist)